Jakarta - Seperti yang sudah kami himbau sebelumnya dimana tetap mewaspadai potensi pembalikan arah yang membuat IHSG terjun bebas., laju IHSG benar-benar mengalami penurunan. Bagi kami, koreksi yang terjadi masih wajar karena sebelumnya kenaikan IHSG hanya ditopang oleh eforia jelang dan sesudah Pemilu Presiden (PilPres). Melemahnya saham-saham big caps yang dibarengi dengan kembali turunnya Rupiah menambah sentimen negatif. Bahkan asing yang masih mencatatkan nett buy dan adanya transaksi crossing KPIG belum cukup menahan aksi jual yang terjadi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5078,70 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5002,99 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 5032,60. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (16/7) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4950-4975 dan resisten 5048-5082. Hammer di upper bollinger band (UBB ). MACD mulai tertahan kenaikannya dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mulai bergerak turun. Laju IHSG longsor melewati kisaran target support (5056-5065) dengan maraknya aksi jual pasca eforia PilPres. Utang gap (5050-5072) telah tertutupi namun, masih ada utang gap 4918-5008 yang belum tertutupi sehingga tetap mewaspadai penurunan lanjutan IHSG.
(ang/ang)