Jakarta - Apes nasib IHSG di akhir pekan jelang libur Lebaran yang harus berakhir di zona merah seiring pelemahan Rupiah. Padahal laju bursa saham Asia sedang hijau dan asing masih mencatatkan nett buy. Tetapi, sepertinya pelaku pasar lokal yang lebih agresif untuk jualan. Tampaknya Mudik Syndrom (mulai tidak fokus di pasar karena lebih memikirkan liburan) terjadi dimana lebih memilih mengamankan posisi karena khawatir nantinya sepanjang libur Lebaran ada sentimen-sentimen negatif yang mungkin saja muncul. Jadi pelemahan tersebut lebih dikarenakan kecenderungan untuk mengamankan portofolio. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5110,17 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5059,99 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5088,80. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penuruann nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Senin (4/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5045-5064 dan resisten 5102-5115. Hammer menjauhi upper bollinger band (UBB ). MACD cenderung mengalami penurunan dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan Williamβs %R mulai berbalik turun. Laju IHSG mampu masuk dalam kisaran target resisten (5109-5135) dan sempat turun ke target support (5050-5065). IHSG akan dihadapkan pada sentimen dari rilis data-data BPS di awal bulan dan imbas sell-off bursa saham global. Meski diharapkan dapat menguat terbatas namun, tetap mewaspadai imbas sell-off dari bursa saham global seiring kurang baiknya kondisi yang ada. Penguatan terbatas masih dimungkinkan pasca libur Lebaran namun, tetap mewaspadai aksi-aksi profit taking tersebut.
(ang/ang)