Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh rilis data ekonomi Eropa yang melambat. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar -0,17%. Sedangkan indeks utama Asia lainnya saat ini masih belum dibuka.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,03% ke level US$95,55 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,18% ke posisi US$1.313,30 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5%. Selain itu, bank sentral juga mengumumkan defisit neraca berjalan (CAD) yang mencapai US$9,1 miliar atau 4,27% dari total GDP. Angka itu sejalan dengan prediksi Mandiri Sekuritas yang sekitar US$9 miliar atau 4%-4,2% dari GDP. Untuk total 2014, BI memprediksi CAD mencapai US$27 miliar, setara dengan 2,95% GDP vs prediksi Mandiri Sekuritas sebesar US$28,5 miliar atau 3,1% GDP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































