Jakarta - IHSG mampu bergerak positif di awal minggu ini melampau ekspektasi kekhawatiran kami terhadap potens pelemahan lanjutan setelah mencermati penutupan laju bursa saham AS dan Eropa yang variatif cenderung melemah. Berbalik positifnya laju bursa saham Asia seiring ekspektasi penilaian akan adanya tambahan stimulus dari pemerintah berimbas pada terapresiasinya IHSG. Pelaku pasar pun kembali memanfaatkan pelemahahan sebelumnya untuk akumulasi secara bertahap. Meski sempat bersinggungan dengan zona merah namun, dengan cepat IHSG dapat keluar dan bertengger di zona hijau. Positifnya pembukaan bursa saham Eropa dan berbalik menguatnya nilai tukar Rupiah membuat IHSG mampu bertahan di teritori positif hingga akhir sesi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5165,58 (level tertingginya) di akhir sesi 1 dan menyentuh level 5147,39 (level terendahnya) di mid sesi 1 dan berakhir di level 5156,75. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (19/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5138-5142 dan resisten 5162-5172. Spinning di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD masih bergerak terbatas dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan Williamβs %R juga bergerak flat. Laju IHSG di kembali di persimpangan dimana tidak menyentuh target support (5127-5132) dan juga tidak bersentuhan dengan target resisten (5178-5185). Tampaknya pelaku pasar masih wait & see dengan tidak terlalu agresif masuk pasar. Laju IHSG pun diperkirakan masih akan kembali bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
(ang/ang)