Jakarta - Positifnya laju bursa saham AS dan Eropa yang berimbas pada laju bursa saham Asia seiring penilaian berkurangnya potensi ketegangan di wilayah perbatasan Rusia dan Ukraina, juga turut berimbas positif pada IHSG yang mampu melanjutkan penguatannya meski relatif terbatas. Masih beradanya IHSG di dekat area overbought, muai tercatatnya nett sell-nya asing, dan pelemahan terbatas Rupiah membuat peluang IHSG untuk melanjutkan penguatan signifikan menjadi berkurang sehingga kenaikan yang terjadi tidaklah sebesar sebelumnya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5178,33 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 5160,15 (level terendahnya) di mid sesi 2 dan berakhir di level 5165,17. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Rabu (20/8) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5148-5156 dan resisten 5173-5188. Spinning di bawah upper bollinger band (UBB ). MACD masih bergerak terbatas dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R juga bergerak flat. Laju IHSG di sempat berada di bawah target resisten (5162-5172) dan dapat melampauinya meski berakhir kembali ke dalam target tersebut. Pelaku pasar tampaknya masih wait & see serta tidak terlalu agresif masuk pasar. Laju IHSG pun diperkirakan masih akan melanjutkan pergerakan variatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
(ang/ang)