Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Memberi Tekanan

Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Memberi Tekanan

- detikFinance
Jumat, 21 Nov 2014 08:20 WIB
Kiwoom Securities: Aksi Jual Asing Memberi Tekanan
Jakarta - Kurangnya berita pendukung belum dapat memperbaiki sentimen. IHSG terkoreksi setelah menguat dalam 3 hari sebelumnya. Serta, timbulnya aksi jual asing dapat kembali memberikan tekanan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan pergerakan turun pada hari ini.

 

IPO – Soechi Lines

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Soechi Lines (SL) berencana menerbitkan saham baru melalui proses IPO dengan menawarkan saham pada harga Rp 550 per lembar, dibawah kisaran penawaran awal Rp 600-800 per lembar. Jumlah saham baru yang akan diterbitkan diturunkan dari 30% menjadi 15% seiring minimnya minat investor karena kondisi industri perkapalan yang tidak kondusif.

 

BWPT – Rights issue

PT BW Plantation (BWPT) akan menggelar rights issue dengan menerbitkan 27.02 miliar saham (85.71% saham). Harga penawaran Rp 400 per saham dan BWPT akan meraih Rp 10.8 Triliun. Rasio rights issue 1:6. BWPT akan menggunakan Rp 10.53 Triliun untuk akuisisi grup Green Eagle dan hanya sekitar Rp 278 Miliar untuk modal kerja tiga anak usaha, PT Sawit Sukses Sejahtera, PT Wana Catur Jaya Utama dan PT Satria Manunggal Sejahtera. Melalui rights issue, Kepemilikan Rajawali pada BWPT akan bertambah menjadi 69% saham.

 

CPIN – Tingkatkan kapasitas produksi

PT Charoen Phokphand Indonesia (CPIN) akan meningkatkan kapasitas produksi 10% di semua lini pada tahun depan. Saat ini CPIN memiliki kapasitas produksi pakan ternak 5 juta ton pertahun, pengolahan makanan 150,000 ton per tahun dan day old chicken (DOC) 18 juta ekor per minggu dan artinya tahun depan kapasitas produksi pakan ternak menjadi 5.5 juta ton, pengolahan makanan 165,000 ton dan DOC bertambah 19.8 juta per minggu. CPIN telah menganggarkan belanja modal Rp 2 Triliun-Rp 2.5 Triliun lebih rendah dibandingkan tahun ini Rp 3 Triliun dikarenakan tahun ini CPIN akan mengakuisisi peternakan milik PT Sierad Produce (SIPD) dengan nilai akuisisi Rp 430 Miliar.

 

SMBR – Revisi target pendapatan

PT Semen BatuRaja (SMBR) merevisi target pendapatan menjadi Rp 1.2 Triliun pada Tahun 2014, dibandingkan estimasi semula sebesar Rp 1.39 Triliun. Penurunan target pendapatan dikarenakan menurunnya volume penjualan dari 1.5 Juta ton menjadi 1.3 juta ton. Meski direvisi turun target pendapatan tahun ini masih lebih tinggi 8% dibandingkan realisasi Rp 1.1 triliun pada Tahun 2013.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads