Penilaian pesimisme kami masih terjadi di laju Rupiah dimana masih melanjutkan pelemahan. Bahkan level psikologis 12300 telah terlewati. Sentimen dari berbalik naiknya harga saham-saham produsen dan kenaikan data ISM non manufacturing PMI memberikan sedikit pandangan bahwa ekonomi AS akan segera pulih, meski bertahap. Laju Rupiah berada di bawah target level support 12.306. Meski sempat terjadi profit taking pada US$ namun, tampaknya pelaku pasar saat ini masih lebih menyukai US$ seiring apresiasinya yang diiiringi dengan perbaikan fundamental negaranya. Rp 12.322-12.305 (kurs tengah BI).
Masih menguatnya laju bursa saham AS memberikan imbas positif pada laju bursa saham Asia yang masih dapat bergerak variatif cenderung positif. Mulai berbalik positifnya harga sejumlah komoditas turut memberikan imbas positif. Tidak hanya itu, perkiraan akan meningkatnya nilai transaksi di bursa saham China yang berimbas positif bagi para sekuritas; masih berlanjutnya pelemahan Yen; membaiknya neraca perdagangan Australia; hingga masih stabilnya rilis GDP KorSel turut membantu hadirnya sentimen positif.
Laju bursa saham Eropa yang di awal sesi masih bergerak menguat, jelang penutupan justru berbalik ke zona merah. Pelaku pasar merespon negatif pernyataan President ECB, Mario Draghi, yang masih akan melakukan pengukuran dan pembahasan lebih lanjut terhadap kebutunan stimulus tahun depan. Tentu pernyataan tersebut direspon negatif karena terlihat ECB masih ragu dalam mengucurkan stimulus dan juga belum siap. Sentimen positif dari kenaikan halifax house price Inggris, penurunan yield obligasi 10 tahun Spanyol, tidak berubahnya kebijakan stimulus BoE; hingga bertahannya suku bunga ECB rate di 0,5% terimbangi dengan sentimen pernyataan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Pada perdagangan Jumat (5/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5145-5163 dan resisten 5187-5204. Shooting star di bawah area upper bollinger band (UBB ). MACD mencoba melanjutkan kenaikan meski terbatas dengan histogram positif yang menurun. RSI, Stochastic, dan Williamβs %R tertahan pelemahannya. Laju IHSG sempat melampaui target resisten (5190-5197) namun, tidak kuat dan berbalik turun meski masih dapat bertahan di atas kisaran area target support (5145-5159). Masih adanya aksi profit taking membuat potensi kenaikan IHSG menjadi terhambat meski masih ditahan dengan adanya aksi beli. Laju IHSG masih menyimpan potensi melemah terutama jika sentimen yang ada mulai bergerak melemah. Tetap cermati potensi pelemahan lanjutan.
(ang/ang)











































