Kiwoom Securities: Posisi IHSG Sudah Jenuh Beli

Kiwoom Securities: Posisi IHSG Sudah Jenuh Beli

- detikFinance
Jumat, 27 Feb 2015 08:50 WIB
Kiwoom Securities: Posisi IHSG Sudah Jenuh Beli
Jakarta - Mixed-nya bursa dunia belum dapat memberikan dukungan. IHSG kembali bergerak positif dengan penutupan pada level tertinggi baru serta berlanjutnya aksi beli asing kemarin. Namun demikian, posisi IHSG di dekat area overbought dapat mendorong terjadinya aksi profit taking. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif hari ini.

Β 

IPO – PT Mitra Keluarga Karyasehat

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Mitra Keluarga Karyasehat berencana menjual 261.9 juta saham (18% saham) melalui proses IPO dengan menawarkan saham perdana pada kisaran harga Rp 14,500-Rp 18,000 per saham. Sehingga Mitra Keluarga akan meraih dana Rp 3.7 Triliun-Rp 4.7 Triliun. Namun, Mitra Keluarga hanya melepas 72.75 juta lembar saham (5% saham) dan sebanyak 189.15 Juta (13% saham) merupakan divestasi saham Lion Investment Partners B.V. Sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk membangun rumah sakit dalam lima tahun kedepan di Jabodetabek dan Surabaya serta pembelian peralatan medis. Masa penawaran awal berlangsung 27 Februari-9 Maret dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 13 Maret. Masa penawaran umum berlangsung pada 17-18 Maret dan listing pada 24 Maret. Kresna Securities, Deutsche Securities Indonesia, Morgan Stanley Asia Indonesia, UBS Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi.


ASII – Kinerja FY 2014

PT Astra International (ASII) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 1.2% Yoy menjadi Rp 19.1 Triliun Vs Rp 19.4 Triliun pada 2013 lalu. Turunnya kinerja diakibatkan oleh kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 3% Yoy menjadi Rp 162.8 Miliar tahun lalu. Laba operasi tercatat turun 1% Yoy menjadi Rp 27.3 Triliun pada 2014.


BBTN – Kinerja FY 2014

PT Bank Tabungan Negara ( BBTN) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 23% Yoy menjadi Rp 1.11 Triliun Vs Rp 1.44 Triliun pada 2013 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat turun sebesar 3% Yoy menjadi Rp 5.47 Triliun tahun lalu. Posisi CAR pada akhir 2014 tercatat sebesar 14.64% (15.62% pada 2013) dengan NPL Gross 4.01% (4.05% pada 2013), ROE 10.68% ( 16.05% pada 2013) dan LDR 108.86% ( 104.42 pada 2013).


INCO – Kinerja FY 2014

PT Vale Indonesia (INCO) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 345%Yoy menjadi US$ 172.27 Juta Vs US$ 38.65 Juta pada 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 12.6%Yoy menjadi US$ 1.03 Miliar pada tahun lalu. Laba operasi tercatat naik 327.2%Yoy menjadi US$ 236.93 Juta.


UNTR – Kinerja FY 2014

PT United Tractors (UNTR) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 11.1%Yoy menjadi Rp 5.37 Triliun Vs Rp 4.83 Triliun pada 2013 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 4.2%Yoy menjadi Rp 53.14 Triliun namun terjadi penurunan COGS sebesar 1%Yoy menjadi Rp 41.07 Triliun sehingga laba kotor tercatat naik 26.8%Yoy menjadi Rp 12.07 Triliun.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads