Penguatan terjadi seiring dengan menguatnya bursa saham Asia. Rilisnya data manufaktur China yang mengalami kenaikan masih menjadi bayang-bayang pergerakan IHSG. Selain itu, revisi outlook rating utang Indonesia dari S&P yang awalnya stabil menjadi positif turut menjadi katalis penguatan IHSG. Investor membukukan transaksi Rp 4,81 triliun.
Secara sektoral, sebanyak lima sektor mengalami penguatan dengan sektor consumer goods memimpin penguatan sebesar 1,03%. Namun Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 516 miliar.
Sementara itu, indeks di bursa Wall Street pada perdagangan akhir pekan rata-rata ditutup terkoreksi, di mana Indeks Dow Jones melemah 0,29% di level 18,232.02, Indeks S&P turun 0,22% di level 2,126.06 serta Indeks Nasdaq juga mengalami pelemahan 0,03% pada level 5,089.36. Investor merespons rilisnya data tingkat inflasi AS yang hanya naik 0,1% dari sebelumnya 0,2% di tengah recovery ekonomi AS.
Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak dengan kecenderungan mengalami pelemahan. Secara teknikal, IHSG membentuk spinning top dan diperdagangkan di bawah MA 100 harian. Indikator MACD masih bergerak menguat dengan histogram positif memanjang.
Namun, indicator stochastic membentuk dead cross pada area overbought yang menunjukkan adanya potensi pelemahan dalam jangka pendek. Kami perkirakan IHSG akan berada pada kisaran support 5.275 dan resistance 5.335.
(Wahyu Daniel/Wahyu Daniel)











































