Ellen May: Lindungi Keuntungan Trading Saham Anda

Ellen May: Lindungi Keuntungan Trading Saham Anda

Ellen May - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2015 08:56 WIB
Ellen May: Lindungi Keuntungan Trading Saham Anda
Jakarta - Pasar sudah mengalami kenaikan / teknikal rebound selama 2 hari ini. Penguatan masih bisa berlanjut hari ini. Ada beberapa saham yang sudah menguat dan tidak boleh dikejar. Ada pula beberapa saham yang masih berada di area suport dan masih boleh dilakukan buy on weakness. Saham apa saja itu ? Untuk jangka menengahnya, waspadai pula beberapa perusahaan yang mempunyai hutang USD yang cukup tinggi dan bisa berdampak pada kinerjanya. Perusahaan apa saja itu? Simak dalam #kopipagi 18 Juni 2015 berikut ini

Technical View :
IHSG 17 Juni 2015 ditutup di level 4,945.75 menguat 73.15 point (+1.50%). IHSG potensi untuk bergerak menguji area resisten 5000 dan bahkan jika breakout 5000 bisa uji 5200. Namun, sekali lagi,kenaikan masih bersifat sementara (fluktuasi jangka pendek), tetap waspada dengan membatasi posisi trading.

Buat yang sudah beli kemarin, congrat, tinggal melindungi keuntungan pada area dekat target /resisten seperti berikut ini :

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Property : ADHI target 2400,APLN target sekitar 380, ASII jika breakout 7000 target 7400, ASRI target 560, CTRA otw target 1300, LPCK target 10000, BSDE target sekitar 1800-1840

Perbankan : BBCA kembali pada range 13400-14000-14500, BBNI target 6000 dan 6200, BBRI capai target 11000. Next target 11600,

Buat yang belum beli sebaiknya jangan kejar karena kemarin sudah 2 hari naik.

Beberapa saham di bawah ini masih belum banyak naik dan masih di dekat suport boleh dilirik bagi yang mau buy on weakness, antara lain :

MDLN range updated 480-525, PTPP 3350-3600, SSIA 1000-1100-1150, WIKA 2500-2800-3000

Saham-saham tersebut masih berada di sekitar area suport, boleh untuk trading jangka pendek.

Batasi resiko jika harga bergerak di bawah range (jika turun di bawah range, stop your losses). Realisasikan keuntungan dekat target / resisten. Ingat, kenaikan masih bersifat sementara dan masih harus waspada.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads