First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat

First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 06 Jul 2015 08:48 WIB
First Asia Capital: Risiko Pasar Global Meningkat
Jakarta - Aksi beli kembali berlanjut pada perdagangan akhir pekan kemarin di tengah kekhawatiran kegagalan penyelesaian utang Yunani. Pasar mengabaikan sentimen eksternal yang kurang kondusif tersebut. Sebaliknya pasar lebih dipicu isu reshuffle kabinet terutama di tim ekonomi yang semakin menguat dan memberikan harapan positif bagi pasar. Aksi beli akhir pekan lalu terutama tertuju pada saham yang bergerak di sektor konsumsi, properti, dan infrastruktur, dan berhasil mengangkat IHSG mendekati level psikologis 5000, yakni tutup di 4982,910 atau menguat 0,77%. Namun penguatan IHSG belum ditopang dengan meningkatnya nilai transaksi, yang hanya mencapai Rp3,3 triliun di Pasar Reguler jauh merosot dibandingkan rata-rata harian sepanjang paruh pertama tahun ini yang mencapai Rp4,73 triliun.

Selama sepekan IHSG berhasil rebound 1,22% setelah pekan sebelumnya koreksi 1,24%. Pergerakan positif IHSG sepekan kemarin lebih banyak diwarnai sentimen eksternal terutama redahnya kekhawatiran terkait krisis utang Yunani menjelang refrendum 5 Juli 2015 terkait persyaratan yang diajukan kreditur guna membantu krisis utang di negara tersebut. Sejumlah hasil jajak pendapat memberikan indikasi mayoritas rakyat menyetujui Yunani menerima persyaratan kreditur. Sedangkan dari domestik, sentimen pasar digerakkan oleh meningkatnya kembali harapan atas perbaikan kinerja perekonomian memasuki paruh kedua tahun ini yang mengandalkan daya serap belanja negara di sejumlah proyek infrastruktur. Sementara pasar saham global akhir pekan lalu ditandai dengan liburnya Wall Street dan koreksi di pasar saham Eropa. Indeks Eurostoxx di zona Euro akhir pekan lalu koreksi 0,62% di 3441,76. Koreksi ini mengindikasikan pasar masih berhati-hati mengantisipasi hasil refrendum Yunani.

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi rentan terkoreksi menyusul meningkatnya risiko pasar global setelah hasil refrendum Yunani menunjukkan kemenangan bagi yang ‘menolak’ persyaratan bantuan kreditor. Yunani akan berpotensi terisolasi di kawasan Euro. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4950 dan resisten di 5010 cenderung koreksi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads