Sedangkan aksi beli selektif yang menahan koreksi indeks, yakni saham sektor jasa konstruksi, properti, dan perbankan BUMN. Penguatan rupiah atas dolar AS kemarin sebesar 0,3% di level Rp13313 turut menopang aksi beli atas saham-saham sektoral tersebut. Pergerakan IHSG kemarin mengindikasikan pasar masih menanti hasil pertemuan KTT zona Euro yang diadakan Selasa kemarin untuk menindaklanjuti penanganan krisis utang Yunani pasca hasil refrendum yang menolak persyaratan yang diajukan kreditur. Sementara bursa global tadi malam bergerak bervariasi. Di zona euro indeks pasar saham masih tertekan. Indeks Eurostoxx terkoreksi 2% di 3294,19 menyusul belum adanya pengajuan proposal baru dari Yunani pasca refrendum yang dibahas di KTT zona Euro Selasa kemarin untuk menyelesaikan krisis utang Yunani. Para pemimpin zona Euro mengultimatum pemerintahan Yunani hingga akhir pekan ini untuk mengajukan proposal baru penyelesaian utang. Sedangkan indeks saham di Wall Street berhasil rebound setelah bergerak fluktuatif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,53% dan 0,61% tutup di 17776,91 dan 2081,34. Pelaku pasar di Wall Street mengalihkan perhatian dari isu utang Yunani ke pencapaian laba emiten kuartal dua tahun ini menjelang musim rilis laporan keuangan. Selain digerakkan oleh antisipasi rilis laporan keuangan, pasar juga merespon positif permintaan kembali IMF agar The Fed menunda kenaikan tingkat bunga hingga awal tahun depan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang menguat terbatas dengan dukungan rebound di Wall Street tadi malam. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4890 dan resisten di 4930. Aksi beli selektif yang menopang penguatan akan ditopang dengan saham sektoral yang sensitif interest rate seperti perbankan, properti, dan jasa konstruksi.
(ang/ang)











































