IHSG akhirnya ditutup relatif flat melemah 2 poin di 4.800,182. Penguatan lanjutan IHSG tertahan setelah pasar kawasan Asia kemarin cenderung bergerak di teritori negatif.
Sentimen negatif kawasan Asia kemarin dipicu data manufaktur China yang kembali mengindikasikan perlambatan ekonomi negara tersebut. Indeks Caixin Final Manufacturing China Juli lalu turun ke 47,8 terendah sejak Juli 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wall Street tadi malam bergerak di teritori negatif setelah harga komoditas kembali anjlok menyusul meningkatnya kekhawatiran perlambatan ekonomi setelah aktivitas manufaktur China Juli lalu kembali mengalami kontraksi. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,52% dan 0,28% tutup di 17.598,20 dan 2.098,04. Harga minyak mentah di AS kembali anjlok 3,81% di US$ 45,72/barel.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi namun cenderung terkoreksi menyusul minimnya insentif positif. Pasar juga mencermati pergerakan rupiah atas dolar AS yang sudah menembus level Rp 13.500 per US$, IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.770 dan resisten di 4.830.
(dnl/dnl)











































