Sementara bursa global tadi malam bergerak mixed. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 4,71% di 3218,01 Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P bergerak fluktuatif namun gagal tutup di teritori positif menyusul masih tingginya kekhawatiran pasar atas perekonomian China. Indeks DJIA setelah sempat menguat 3% namun di sesi akhir koreksi 1,29% di 15666,44. Sedangkan indeks S&P akhirnya tutup koreksi 1,35% di 1867,61. Harga minyak mentah berhasil rebound 3,27% di USD39,49/barel. Bervariasinya penutupan bursa global tadi malam terutama ditopang kenaikan kembali harga minyak dan sentimen positif dari kebijakan PBoC yang kembali memangkas tingkat bunganya sebesar 25 bp untuk kelima kalinya sejak November lalu. Tingkat bunga pinjaman satu tahun diturunkan 25 bp menjadi 4,6%. Selain tingkat bunga PBoC juga melonggarkan required reserve ratio (RRR) sebesar 50 bp. Langkah stimulus lanjutan PBoC tersebut untuk mendorong pertumbuhan negara tersebut yang tengah menghadapi perlambatan. Namun langkah ini belum mampu memberikan keyakinan perekonomian China akan membaik sehingga pasar saham Wall Street kembali tertekan di akhir sesi.
Menyusul bervariasinya pergerakan di pasar global, perdagangan saham hari ini masih berpeluang menguat namun diperkirakan terbatas. Langkah PBoC menurunkan bunga akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi negara tersebut dan ini akan berdampak positif bagi Indonesia. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4170 dan resisten di 4300.
(ang/ang)











































