AISA - Rencana ekspansi bisnis minuman
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BSDE - Marketing sales
PT Bumi Serpong Damai (BSDE) meraih marketing sales sebesar Rp 4.5 Triliun pada 3Q 2015, dekitar 60% dari target perolehan tahun ini sebesar Rp 7.5 Triliun. Sebagian besar marketing sales berasal dari proyek BSD City yang berkontribusi sekitar 70%. Untuk mengejar target marketing sales tahun ini BSDE berencana meluncurkan tiga proyek pada 4Q 2015.
HITS - Rencana pembelian kapal
PT Humpuss Intermoda (HITS) berencana membeli kapal jenis LNG shuttle tanker berukuran 22 ribu metric ton (MT) pada akhir tahun ini setelah berhasil mendapat proyek PLN dan pelindo di Bali senilai US$ 30- 50 US$ Juta per tahun. Pembelian kapal LNG shuttle tanker diperkirakan membutuhkan investasi senilai US$ 20 Juta.
HMSP - Rights issue
PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) berencana menerbitkan 269.7 juta lembar saham baru melalui proses rights issue dengan rasio 65:4. Dengan harga penawaran Rp 77,000 per lembar maka target perolehan dana mencapai Rp 20.77 Triliun. Rights issue dilakukan untuk menyesuaikan dengan aturan minimum free float sebesar 7.5%. PT Mandiri sekuritas bertindak sebagai standby buyer dengan jumlah kesanggupan maksimal 4.91 juta lembar saham. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 9 Oktober. Apabila berjalan sesuai rencana cum rights ditetapkan pada 19 Oktober. Seluruh dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mendukung modal kerja.
SMBR - Revisi target penjualan semen
PT Semen Baturaja (SMBR) menurunkan target penjualan semen menjadi 1.5 juta ton tahun ini dari target awal 1.75 juta ton. Dalam 9M 2015 penjualan semen SMBR naik 27%Yoy menjadi 1.09 juta ton. Dengan target volume penjualan tersebut, SMBR optimis dapat mengejar sisa penjualan 412,500 ton semen pada 4Q 2015.
SOCI - Pembatalan refinancing utang
PT Soechi Lines (SOCI) batal melakukan refinancing atas utang senilai US$ 160 Juta karena manajemen memutuskan menunda rencana emisi obligasi global senilai US$ 200 Juta. Sebelumnya SOCI berencana memanfaatkan momentum pasar obligasi yang sempat membaik pada pertengahan tahun ini untuk menerbitkan obligasi sebesar US$ 200 Juta, dimana sekitar US$ 140- US$ 160 dialokasikan untuk refinancing utang berdenominasi dolar.
(ang/ang)











































