Sementara di Wall Street akhir pekan lalu indeks saham utama cenderung bergerak di teritori positif terutama juga dipicu sentimen penundaan tingkat bunga di negara tersebut. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,43% dan 0,46% tutup di 17215,97 dan 2033,11. Harga minyak mentah tutup menguat 1,90% di USD47,26/barel. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,77% dan 0,90%. Ini merupakan penguatan tiga pekan berturut-turut. Sedangkan harga minyak mentah sepekan koreksi 4,51% setelah pekan sebelumnya melonjak hingga 8,7%.
Melanjutkan perdagangan awal pekan keempat di Oktober ini, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatannya dalam rentang konsolidasi. Sentimen eksternal dari kawasan diperkirakan akan mendominasi pergerakan IHSG seperti data ekonomi produksi industri dan PDB 3Q15 China yang akan keluar awal pekan ini. Perekonomian China di 3Q15 dperkirakan tumbuh 6,8% (yoy) melambat dari kuartal sebelumnya 7% (yoy). Sedangkan dari domestik, katalis pergerakan harga saham dalam waktu dekat adalah rilis kinerja 3Q15. Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak dengan support di 4500 dan resisten di 4550.
(ang/ang)











































