Rata-rata saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia memerah dimana tercatat 186 saham yang mengalami pelemahan. Sekitar 93 saham tidak bergerak dan hanya 101 saham yang mampu menghijau. Investor asing juga membukukan net sell lebih banyak dibandingkan aksi jual pada perdagangan sebelumnya yakni sebesar Rp 372.99 miliar.
Seluruh indeks sektoral berakhir anjlok, menambah sentiment negative terhadap pergerakan IHSG kemarin. Sektor misc industry mengalami koreksi paling dalam yakni sebesar 2.45%. Sedangkan sektor infrastruktur mencatatkan pelemahan 0.19%, lebih rendah dibanding sektor lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang pertemuan The Fed bursa Wall Street ditutup menguat cukup signifikan dimana DJIA naik sebesar 1.13%, S&P 500 menguat 1.18% dan Nasdaq memimpin penguatan yakni menguat sebesar 1.30%. Penguatan bursa AS didukung sentiment positif pasca Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya pada hari Rabu kemarin. The Fed mempertegas bahwa suku bunga akan dinaikkan pada Desember mendatang mampu melambungkan bursa AS pada akhir perdagangan dini hari tadi.
Sementara saham Eropa juga naik bersamaan dengan menguatnya saham energy. Saham energy termasuk gainer sektoral dengan kenaikan mencapai 1.8%. Tercatat indeks FTSE 100 naik 1.14% dan DAX juga naik 1.31%. Sedangkan indeks DAX hanya mampu naik tipis di bawah 1% yakni sebesar 0.90%.
Kami memprediksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas seiring dengan kabar positif yang mengkonfirmasi penundaan kenaikan Fed Rate. Namun secara teknikal, indicator MACD Histogram, RSI dan Stochastic Oscillator bergerak melemah. Kami prediksikan IHSG akan bergerak di kisaran 4561-4642.
(ang/ang)











































