Pasar saham global yang bergerak positif hari sebelumnya dipicu pertumbuhan aktivitas manufaktur di kawasan Euro dan AS, dinilai cukup kuat menahan kenaikan tingkat bunga The Fed akhir tahun ini, turut memicu aksi beli pemodal kemarin. Nilai transaksi di Pasar Reguler meningkat mencapai Rp4,5 triliun. Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan penguatannya terutama ditopang penguatan saham sektor energi dan teknologi. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,50% dan 0,27% tutup di 17918,15 dan 2109,79. Indeks Nasdaq naik 0,35% di 5145,13. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS naik 3,29% di USD47,66/barrel dan harga emas turun 1,7% di USD1117,10/t.oz.
Pada perdagangan hari ini, aksi beli diperkirakan masih akan mendominasi perdagangan di tengah penantian data pertumbuhan ekonomi 3Q15. Pergerakan rupiah dan naiknya harga minyak mentah diperkirakan akan menjadi katalis pergerakan IHSG hari ini. Dari domestik, isu reshuffle kabinet kembali menguat pekan ini dan adanya rencana pengumuman paket kebijakan ekonomi tahap selanjutnya turut menjadi penopang sentimen pasar. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4485 dan resisten di 4610.
(ang/ang)











































