Kiwoom Securities: Wall Street Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities: Wall Street Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2015 08:22 WIB
Kiwoom Securities: Wall Street Beri Sentimen Negatif
Jakarta - Tertekannya Dow Jones dan bursa dunia dapat memberi sentimen negatif pada akhir perdagangan minggu ini. IHSG bergerak relatif naik kemarin namun hanya diikuti oleh pola doji serta masih adanya minat jual asing yang dapat menghambat peluang penguatan. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran negatif hari ini.

 

MSCI semi-annual index review

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MSCI menambah emiten AKRA dan mencoret PTBA dari konstituen Global Standard Index. Penyesuaian konstituen MSCI Global Small Cap Indonesia Index dilakukan penambahan atas saham PTBA dan mencoret BIPI, BUMI, CTRP, CTRS, ELSA, ENRG, GJTL, SMMT, HRUM, MAIL, MPPX, BHIT, NIRO, META, SGRO, BKSL, TOTL, dan WSKT. Daftar konstuten lama berlaku hingga 30 November 2015 dimana konstituen baru akan mulai berlaku efektif pada 1 Desember 2015.

 

ACST - Target kontrak baru

PT Acset Indonusa (ACST) menargetkan kontrak baru senilai Rp 3.41 Triliun pada tahun 2016, naik dibandingkan tahun ini sekitar Rp 3.1 Triliun. Perseroan mengincar kontrak konstruksi dari pembangkit listrik yang tengah dijajaki induk usahanya, PT United Tractors (UNTR). UNTR masih dalam feasibility study untuk ikut tender power plant 2x1,000 MW di Jawa Tengah. Saat ini, ACST telah merealisasikan kontrak baru senilai Rp 3.1 Triliun, nilai tersebut melampui target kontrak baru perseroan tahun ini yang sebesar Rp 2.5 Triliun.

 

AISA - Belanja modal 2016

PT Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 1.21 Triliun pada tahun depan. Belanja modal tersebut lebih besar 21% dibandingkan alokasi tahun ini Rp 1 Triliun. Rencananya penggunaan belanja modal diantaranya Rp 309 Miliar untuk bisnis makanan, Rp 517 Miliar untuk bisnis beras dan Rp 387 Miliar untuk bisnis kelapa sawit. AISA berupaya menyelesaikan pembangunan dua gudang beras dibawah anak usaha, PT Sukses Abadi Karya Inti berkapasitas 28,000 ton dengan nilai investasi 61 Miliar ditargetkan selesai Maret 2016 dan PT Jatisari Srizeki berkapasitas 15,000 ton dengan investasi senilai Rp 17 Miliar. Selain gudang beras, AISA juga berupaya meningkatkan kinerja dengan menyelesaikan tiga pabrik pengolahan beras di Sulawesi Selatan dengan total investasi ketiga pabrik Rp 682 Miliar dan operasional ditargetkan pada 2H 2016.

 

AKRA - Penambahan kapasitas logistik

PT AKR Corporindo (AKRA) akan mengembangkan bisnis logistik dengan perluasan Jakarta Tank Terminal (JTT). Nilai investasi perluasan kapasitas terminal logistik bahan bakar minyak (BBM) ini mencapai US$ 70 Juta. Sekitar 80% atau US$ 56 Juta akan berasal dari pinjaman perbankan. Kapasitas saat ini mencapai 250,800 kiloliter (kl). Dengan pengembangan baru, akan ada tambahan kapasitas sebesar 200,000 kl. Namun saat ini ada penurunan permintaan dari BBM bersubsidi. Sehingga AKRA akan sulit merealisasikan kuota penyaluran BBM subsidi 645,000 kl pada tahun ini. Untuk itu, AKRA akan mulai masuk ke penyaluran subsidi jenis lain, RON 62.

 

KLBF - Belanja modal 2016

PT Kalbe Farma (KLBF) mengalokasikan belanja modal antara Rp 1 Triliun-Rp 1.2 Triliun pada tahun depan yang berasal dari kas internal. Sebagian besar atau 50% dari belanja modal pada tahun depan untuk melanjutkan pembangunan pabrik biosimilar di Cikarang (Bekasi). Sementara 25% belanja modal dialokasikan untuk pengembangan kapasitas produksi obat besar atau over the counter (OTC) dan 25% lagi untuk pengembangan jaringan distribusi. Tahun ini, KLBF juga telah menaikkan harga jual produk 3%-4% dikarenakan pelemahan rupiah.

 

UNVR - Rencana perluasan pabrik Oleokimia

PT Unilever Indonesia (UNVR) akan memperluas pabrik oleokimia di kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei di Sumatera Utara. Saat ini, perseroan telah membeli tanah seluas 9 Ha untuk perluasan tersebut. Pabrik oleokimia di Sei Mangkei dioperasikan oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Unilever Oleochemical Indonesia yang saat ini memiliki kapasitas sebesar 200 ribu ton per tahun dengan luas tanah 17 Ha. Unilever Oleochemical akan menginvestasikan dana Rp 2 Triliun untuk pembangunan pabrik yang akan digunakan untuk memproduksi bahan baku crude palm kernel oil (CPKO). Sumber dana berasal dari kas internal perseroan.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads