Sementara itu, dari bursa Asia ditutup bergerak variatif dengan kecenderungan melemah. Pelemahan terdalam dirasakan oleh bursa China, dimana Shanghai dan Hangseng masing-masing terkoreksi 0.56% dan 0.39%. Aktivitas sektor manufactur China yang melambat memicu kekhawatiran pelaku pasar. Selain itu, data-data perekonomian AS juga terus menjadi sorotan pelaku pasar, sebagai antisipasi atas kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun ini.
Bursa Wall Street bergerak bearish pada perdagangan semalam. Indeks Dowjones terkoreksi 0.17% ke level 17,792.68, indeks S&P 500 turun 0.12% ke level 2,086.59 dan Nasdaq melemah tipis 0.05% ke level 5,102.48. Pernyataan Janet Yellen pada hari senin kemarin yang menyatakan untuk lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga AS dan dilakukan secara bertahap atau tidak agresif supaya tidak melemahkan ekspansi ekonomi AS menjadi sorotan pelaku pasar. Selain itu rilisnya beberapa data ekonomi AS yang turun dari periode sebelumnya, menjadi sorotan pelaku pasar, dimana markit manufacturing PMI AS bulan Nov hanya 52.6, atau lebih tendah dari periode sebelumnya 54.1, sementara data penjualan rumah bulan Oktober juga lebih rendah dari periode sebelumnya yang hanya 5.55M menjadi 5.36M.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak menguat terbatas, seiring dengan pelemahan yang mayoritas terjadi pada indeks global. Secara teknikal indikator stochastic oscilator bulllish, histogram MACD positif dan bergerak menguat, MFI flat dan RSI masih menguat. Kami perkirakan IHSG akan bergerak dikisaran 4489- 4595.
(ang/ang)











































