AKRA - Rencana membangun 22 SPBU
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BBNI - Revaluasi aset
PT Bank Negara Indonesia (BBNI) telah selesai melakukan proses penilaian kembali total aset. Hasil revaluasi aset sebesar Rp 12 Triliun diperkirakan akan meningkatkan CAR tier 1 BBNI menjadi 17.4% dari posisi saat ini sebesar 14.7%. Penambahan aset ini mengharuskan BBNI membayar pajak penghasilan (PPh) final sebesar 3% senilai Rp 190-200 Miliar dan kenaikan pungutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekitar Rp 6 Miliar (0.05% dari hasil revaluasi). BBNI akan memanfaatkan hasil revaluasi aset untuk meningkatkan kredit dengan target pertumbuhan kredit pada kisaran 14% hingga 16% atau sebesar Rp 364.8 Triliun hingga Rp 371.2 Triliun tahun depan. Target tersebut lebih tinggi dari perkiraan Pemerintah sebesar 12% hingga 14%.
BKSL & PPRO - Proyek Sentul City
PT Sentul City (BKSL) menjalin kerja sama dengan PT PP Property (PPRO) untuk membangun 3 menara apartemen di daerah Sentul City (Bogor) diatas lahan seluas 1 Ha dengan target pemasaran kelas menengah keatas. Harga jual apartemen diperkirakan mencapai kisaran Rp 17 Juta per m². Total nilai ketiga proyek apartemen diperkirakan mencapai Rp 1.4 Triliun yang akan mulai dikerjakan awal tahun depan.
MEDC - Fasilitas pinjaman
PT Medco Energi International (MEDC) melalui anak usahanya PT Medc E&P Tomori Sulawesi, telah menandatangani Term Facility Agreement senilai US$ 200 Juta pada 24 November 2015. Fasilitas ini akan digunakan untuk membiayai proyek hulu gas di lapangan Senoro, Senoro Toili Blok PSC, Sulawesi Tengah. Perseroan menandatangani perjanjian pinjaman tersebut dengan PT Bank ANZ Indonesia (ANZ), PT Bank DBS Indonesia (DBS), PT Bank Mandiri (BMRI), Bank Standard Chartered (SCB), dan Sumitmo Mitsui Banking Corporation (SMBC).
WSKT - Mengakusisi 38.5% saham PT Waskita MNC Transjawa Toll Road
PT Waskita Karya (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, mengakusisi 38.5% saham PT Waskita MNC Transjawa Toll Road (WMTTR) dari PT Sembilan Benua Makmur, perusahaan milik PT MNC Toll Road. Dengan akuisisi ini kepemilikan saham perseroan naik menjadi 99.99% dan sekaligus mendilusi seluruh kepemilikan saham Group MNC pada perusahaan tol tersebut. Saat ini WMTTR tengah menggerjakan tiga ruas jalan tol: Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo. Hingga saat ini baru ruas jalan tol Kanci-Pejagan yang beroperasi. Sementara Pejagan-Pemalang ditargetkan selesai pada tahun 2016.
(ang/ang)











































