Kiwoom Securities: Minat Beli Asing Pertahankan Tren IHSG Menguat

Kiwoom Securities: Minat Beli Asing Pertahankan Tren IHSG Menguat

Kiwoom Securities - detikFinance
Kamis, 26 Nov 2015 08:38 WIB
Kiwoom Securities: Minat Beli Asing Pertahankan Tren IHSG Menguat
Jakarta - Menguatnya bursa regional dapat memberi sentimen positif. IHSG masih dapat melanjutkan penguatan dengan penutupan mendekati level psikologis 4,600 kemarin. Serta, masih adanya minat beli asing diharapkan dapat mempertahankan tren penguatan. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di area yang positif hari ini.

 

AKRA - Rencana membangun 22 SPBU

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT AKR Corporindo (AKRA) akan mengembangkan wilayah distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan membangun beberapa infrastruktur BBM. Tahun ini, AKRA hanya membangun tangki penimbunan BBM di lima lokasi: Bitung, Medan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pada tahun depan AKRA akan membangun 22 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa provinsi seperti Jawa dan Kalimantan. AKRA menganggarkan belanja modal tahun depan kurang lebih Rp 1 Triliun yang akan dialokasikan untuk pembangunan 22 SPBU serta pembelian kapal dan truk baru. Sumber belanja modal sebesar 30% berasal dari kas internal dan sebesar 70% dari pinjaman beberapa bank.

 

BBNI - Revaluasi aset

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) telah selesai melakukan proses penilaian kembali total aset. Hasil revaluasi aset sebesar Rp 12 Triliun diperkirakan akan meningkatkan CAR tier 1 BBNI menjadi 17.4% dari posisi saat ini sebesar 14.7%. Penambahan aset ini mengharuskan BBNI membayar pajak penghasilan (PPh) final sebesar 3% senilai Rp 190-200 Miliar dan kenaikan pungutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekitar Rp 6 Miliar (0.05% dari hasil revaluasi). BBNI akan memanfaatkan hasil revaluasi aset untuk meningkatkan kredit dengan target pertumbuhan kredit pada kisaran 14% hingga 16% atau sebesar Rp 364.8 Triliun hingga Rp 371.2 Triliun tahun depan. Target tersebut lebih tinggi dari perkiraan Pemerintah sebesar 12% hingga 14%.

 

BKSL & PPRO - Proyek Sentul City

PT Sentul City (BKSL) menjalin kerja sama dengan PT PP Property (PPRO) untuk membangun 3 menara apartemen di daerah Sentul City (Bogor) diatas lahan seluas 1 Ha dengan target pemasaran kelas menengah keatas. Harga jual apartemen diperkirakan mencapai kisaran Rp 17 Juta per m². Total nilai ketiga proyek apartemen diperkirakan mencapai Rp 1.4 Triliun yang akan mulai dikerjakan awal tahun depan.

 

MEDC - Fasilitas pinjaman

PT Medco Energi International (MEDC) melalui anak usahanya PT Medc E&P Tomori Sulawesi, telah menandatangani Term Facility Agreement senilai US$ 200 Juta pada 24 November 2015. Fasilitas ini akan digunakan untuk membiayai proyek hulu gas di lapangan Senoro, Senoro Toili Blok PSC, Sulawesi Tengah. Perseroan menandatangani perjanjian pinjaman tersebut dengan PT Bank ANZ Indonesia (ANZ), PT Bank DBS Indonesia (DBS), PT Bank Mandiri (BMRI), Bank Standard Chartered (SCB), dan Sumitmo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

 

WSKT - Mengakusisi 38.5% saham PT Waskita MNC Transjawa Toll Road

PT Waskita Karya (WSKT) melalui anak usahanya, PT Waskita Toll Road, mengakusisi 38.5% saham PT Waskita MNC Transjawa Toll Road (WMTTR) dari PT Sembilan Benua Makmur, perusahaan milik PT MNC Toll Road. Dengan akuisisi ini kepemilikan saham perseroan naik menjadi 99.99% dan sekaligus mendilusi seluruh kepemilikan saham Group MNC pada perusahaan tol tersebut. Saat ini WMTTR tengah menggerjakan tiga ruas jalan tol: Kanci- Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo. Hingga saat ini baru ruas jalan tol Kanci-Pejagan yang beroperasi. Sementara Pejagan-Pemalang ditargetkan selesai pada tahun 2016.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads