Kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) membuat investor asing mengalihkan sebagian dananya keluar dari instrumen portofolio di Indonesia yang ditandai dengan nilai jual bersih (net selling) dana investor asing di pasar modal domestik sebesar Rp 22,55 triliun. Tren konsolidasi IHSG sejalan dengan bursa-bursa lain seperti Indeks Dow Jones Industrial Average Amerika Serikat (-1,65%), Indeks All Ordinaries Australia (-2,46%), Indeks PSE Filipina (-3,42%), Indeks FTSE 100 Inggris (-4,74%), Indeks FTSE BM KLCI Malaysia (-5,14%), Indeks BSE Sensex 30 India (-5,33%), Indeks Hang Seng Hongkong (-7,14%), Indeks SET Thailand (-14,14%) dan Indeks Strait Times Singapura (-14,56%).
Pelaku pasar akan mencermati data-data makro ekonomi yang akan dirilis pada esok hari seperti data manufaktur, inflasi dan data kepercayaan konsumen bulan Desember. Apabila data tersebut positif, maka tidak tertutup kemungkinan pada awal perdagangan tahun ini IHSG berpotensi mengalami January Effect. January Effect merupakan fenomena tahunan yang terjadi pada pasar modal yang ditandai dengan menguatnya harga-harga saham di bulan Januari. Adapun sektor-sektor yang berpotensi mengalami penguatan adalah sektor konstruksi, semen dan infrastruktur.Β
(ang/ang)











































