Sementara itu, untuk indeks property dan infrastruktur kemarin ditutup terkoreksi tipis masing-masing sebesar 0,28% dan 0,52%. Beberapa saham infrastruktur yang kemarin menjadi penghalang melambungnya saham di antaranya TLKM, JSMR dan INDY. Sementara itu aksi beli pelaku pasar asing terlihat masih cukup tinggi dimana asing net buy sebesar Rp 263,01 miliar.
Dari bursa Asia, indeks Shanghai dan Hangseng mengalami koreksi paling dalam yang masing-masing turun sebesar 2,86% dan 1,30%. Anjloknya bursa China merupakan respon kekecewaan pelaku pasar atas pertemuan G20 yang kurang menindaklanjuti langkah-langkah dalam medukung pertumbuhan di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga obligasi meningkat pada hari senin kemarin, karena data domestik yang keluar lebih lemah dari perkiraan yang menghidupkan kembali pandangan bahwa Federal Reserve bisa memperlambat laju kenaikan suku bunga tahun ini, sehingga meningkatkan minat investor dalam obligasi. Chicago PMI yang merupakan salah satu indikator utama dalam perekonomian US, berkontraksi menjadi 47,6 pada bulan Febuari, menurun cukup jauh dari 55,6 pada periode sebelumnya. Maka dari itu, para investor memilih untuk berpindah ke treasury (obligasi).
Di sisi lain, Saham di bursa Eropa mengalami sedikit penguatan. FTSE 100 meningkat tipis 0,02% ke level 6.097,09, Namun DAX melemah 0,19% ke level 9.495,4, dan CAC 40 menguat 0,90% ke level 4.353,55. Salah satu faktor menguatnya saham Eropa adalah keputusan yang diambil oleh China untuk melanjutkan siklus pelonggaran yang dianggap lebih positif daripada kekecewaan atas pertemuan G20 yang gagal untuk menyetujui langkah- langkah baru untuk meningkatkan pertumbuhan.
Data baru dari Eropa juga menunjukkan inflasi tidak diduga berubah menjadi negatif pada Februari, memberikan bantuan pada pasar dari posisi terendah dan menambah harapan ECB akan lebih meningkatkan langkah-langkah stimulus pada pertemuan bulan depan. Inflasi di Eropa (YoY) menjadi -0,2% dibandingkan dengan 0,3% di periode sebelumnya dan 0,2% pada estimasi tingkat inflasi. Sektor pertambangan memberikan kontribusi paling besar, menguat 3,4% setelah harga logam meningkat setelah keputusan China untuk memangkas reserve requirement ratio sebanyak 50bp untuk membantu perlambatan ekonomi.
Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak melemah. Secara teknikal, indikator stochastic menguat yang didukung oleh positifnya MACD Histogram, sementara MFI masih flat. Kami perkirakan hari ini. IHSG akan bergerak pada kisaran 4.725-4.791.
(dnl/dnl)











































