OSO Securities: IHSG Rawan Profit Taking

OSO Securities: IHSG Rawan Profit Taking

OSO Securities - detikFinance
Kamis, 03 Mar 2016 08:37 WIB
Jakarta -

Akhir perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat cukup signifikan dengan naik sebesar 1,18% ke level 4.836,20. Semua sektor juga berhasil ditutup menguat, penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor Consumer Goods dan Manufacture yang masing-masing menguat sebesar 1,85% dan 1,54%.

Pelaku pasar asing nampaknya masih optimistis untuk masuk ke pasar saham Indonesia, kemarin asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp 481,75 miliar. Selain itu, kekhawatiran pelaku pasar yang sudah mulai mereda seiring dengan membaiknya data ekonomi di AS dan rebound-nya harga minyak ikut menjadi katalis positif pada perdagangan kemarin.

Dari bursa Asia semua indeks kompak menguat. Di mana indeks Shanghai dan nikkei mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Indeks Shanghai naik sebesar 4,26% ke level 2.849,68, kenaikan tersebut merupakan respon positif pelaku pasar atas kebijakan stimulus pemerintah China untuk memangkas Giro Wajib Minumum (GWM) di tengah potensi Moody’s untuk menurunkan Outlook obligasi pemerintah China dari sebelumnya stabil menjadi negatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, indeks Nikkei juga berhasil melambung tinggi dengan naik sebesar 4,11% ke level 16.746,55. Pelemahan yen yang terjadi kemarin menjadi dampak positif untuk para eksportir.

Bursa Amerika kemarin ditutup di zona hijau. Dow Jones menguat tipis 0,2% ke level 16.899,32, S&P 500 meningkat 0,41% menjadi 1.986,45, NASDAQ naik 0,29% ke level 4.703,42. Faktor yang membuat bursa di wall-street menguat adalah saham-saham dari sektor Energi dan juga Perbankan. Sektor energi menguat 2,5% dan sektor finansial juga naik 0,9%.

Ditambah lagi, data yang lebih baik dari yang diperkirakan pada penciptaan lapangan kerja sektor swasta bulan Februari yang sebesar 214K dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 193K. Oleh karena itu, data tersebut membantu menghilangkan kekhawatiran investor dan diberikan dukungan ekuitas. Namun, sektor material adalah sektor terburuk di S&P 500, yang dibebani oleh 7.8% turunnya saham Monsanto setelah mereka mengurangi panduang laba.

Bursa Eropa secara keseluruhan kemarin ditutup menguat tipis. FTSE 100 melemah 0,09% ke level 6.147,06, DAX menguat 0,61% menjadi 9.776,62, dan CAC 40 juga meningkat 0,41% ke level 4.424,89. Penguatan ini dipacu oleh sektor perbankan yang sudah rally dalam 5 hari berturut-turut setelah sebelumnya menderita kerugian besar.

FTSE 300 juga menguat 0,7% ke level 1.341,88 yang dibantu oleh kenaikan harga minyak pada sesi-sesi akhir, membalikkan kerugian awal yang dipicu oleh penyimpanan besar dalam stok minyak US. Sektor Pertambangan juga salah satu faktor yang membantu penguatan kemarin. Saham pertambangan meningkat 3,7% karena harga logam menguat yang didasari oleh tanda-tanda pemulihan di pasar properti China menyusul pengumuman Beijing pekan ini akan memotong persyaratan cadangan bank dan melakukan reformasi structural lainnya.

Kami perkirakan hari ini IHSG akan terkoreksi, seiring dengan aksi profit taking yang dilakukan oleh pelaku pasar. Secara teknikal indikator stochastic oscilator sudah menyentuh area oeverbought, MFI cenderung flat, sementara RSI masih bulllish dan histogram MACD positif. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak pada kisaran 4.765-4.878.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads