Ditahannya tingkat bunga FFR memicu pelemahan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi seperti minyak mentah. Rupiah menguat hingga 1,44% terhadap dolar AS di Rp 13.075.
Kondusifnya pasar saham global, kenaikan harga sejumlah komoditas dan penguatan rupiah terhadap dolar AS telah mendorong IHSG menguat 24,247 poin (0,5%) di 4.885,688 pada perdagangan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar kembali memburu aset berisiko menyusul kebijakan The Fed yang menahan pengetatan uang ketat dengan menurunkan kemungkinan kenaikan tingkat bunga tahun ini menjadi dua kali dari sebelumnya empat kali.
Putusan The Fed ini melemahkan dolar dan memicu penguatan harga minyak mentah. Tadi malam dolar AS melemah terhadap euro di 1,13/euro dan terhadap yen di 110,65/US$ (terendah sejak Oktober 2014). Harga minyak mentah menembus US$ 40/barel menguat sekitar 4,9%.
Pada perdagangan hari ini saham-saham berbasiskan komoditas akan kembali melanjutkan rally menyusul sentimen rally harga minyak mentah dan sejumlah harga komoditas. Penguatan rupiah atas dolar AS turut menambah sentimen positif di pasar.
Kemarin Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan BI Rate 25 bps menjadi 6,75%. Kebijakan pelonggaran moneter yang sudah dimulai sejak awal tahun ini akan menambah stimulus di pasar yang akan menopang perbaikan daya beli.
IHSG pada perdagangan hari ini berpeluang menembus level 4.900 melanjutkan tren bullish sepanjang tahun ini.
S1 4840 S2 4810 R1 4900 R2 4920 (wdl/wdl)











































