Sebaliknya saham emiten Grup Astra kembali dilanda tekanan jual menyusul kekecewaan pasar atas pencapaian labanya sepanjang 1Q16. Sementara pasar Wall Street tadi malam bergerak bervariasi. Katalis pasar digerakkan pernyataan The Fed yang kondusif, kenaikan harga minyak mentah, dan rilis laba 1Q16 sejumlah korporasi. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,3% dan 0,2% tutup di 18041,55 dan 2095,15. Indeks Nasdaq koreksi 0,5% di 4863,14 dipicu rilis laba sejumlah emiten teknologi yang di bawah perkiraan. Hasil pertemuan FOMC tadi malam kembali menahan tingkat bunga FFR pada level saat ini 0,25%-0,5% dan The Fed kembali mengkonfirmasi kebijakan kenaikan suku bunga yang berhati-hati. Putusan The Fed tersebut membuat harga minyak mentah melanjutkan tren penguatannya. Harga minyak mentah tadi malam di AS naik 2,9% di USD45,33/barel.
Kondusifnya pergerakan pasar saham global pasca hasil pertemuan The Fed dan harga minyak mentah yang kembali naik akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya menguji resisten di 4860 dengan support di 4820. Sejumlah isu individual terkait rilis laba 1Q16 dan agenda aksi korporasi emiten sektoral turut mendorong aksi beli pemodal. (ang/ang)











































