Penguatan tipis IHSG kemarin terutama ditopang rebound harga sejumlah saham unggulan di perbankan. Sedangkan aksi jual terutama melanda saham Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan Astra Internasional Tbk (ASII). Tekanan jual di pasar kemarin terimbas sentimen negatif dari pasar Asia setelah pasar kecewa bank sentral Jepang (BoJ) tidak menambah jumlah dana stimulusnya yang berdampak pada penguatan yen Jepang terhadap US dolar.
Penguatan yen berimbas positif terhadap mata uang emerging market termasuk rupiah dan yuan China, namun buruk bagi prospek pemulihan ekonomi Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya rilis laba 1Q16 sejumlah korporasi yang kurang menggembirakan, terutama korporasi berbasiskan teknologi, turut menekan pergerakan harga saham sektoral. Harga minyak mentah tadi malam di AS berhasil melanjutkan penguatan naik 1,2% di US$ 45,88/barel. Pertumbuhan ekonomi AS di 1Q16 0,5% (qoq) melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 1,4% (qoq). Angka pertumbuhan tersebut di bawah perkiraan konsensus ekonom sebelumnya tumbuh 0,7% (qoq).
Kondisi pasar global yang kembali dikhawatirkan dengan prospek pertumbuhan ekonomi global setelah data ekonomi AS dan kebijakan BoJ yang mengecewakan akan mempengaruhi psikologis pasar pada perdagangan akhir pekan ini. Sedangkan dari domestik, sentimen pasar relatif positif terutama terkait prospek pertumbuhan ekonomi 1Q16 yang akan keluar pekan depan yang diperkirakan berpeluang tumbuh di atas 5% (yoy). IHSG pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan bergerak di support 4.820 dan resisten di 4.870 cenderung koreksi.
S1 4820 S2 4780 R1 4870 R2 4900
Saham Pilihan
- BBRI 10250-10500 TB, SL 10000
- BMRI 9700-10000 TB, SL 9500
- JSMR 5300-5500 Buy, SL 5200
- MIKA 2600-2750 Buy, SL 2450
- ROTI 1420-1500 TB, SL 1280
- BMTR 1130-1240 TB, SL 1100
- MEDC 1460-1650 TB, SL 1420











































