Selain sentimen kinerja 1Q16, pergerakan IHSG akhir pekan lalu turut terimbas sentimen negatif pasar saham kawasan dan global setelah bank sentral Jepang (BoJ) tidak menambah alokasi stimulusnya dan data pertumbuhan ekonomi AS 1Q16 melambat hanya tumbuh 0,5% (qoq) jauh di bawah pertumbuhan kuartal sebelumnya 1,4% (qoq).
Selama sepekan terakhir IHSG bergerak bearish koreksi 1,55% terutama akibat rilis laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral di bawah perkiraan sebelumnya. Sepanjang April lalu IHSG koreksi tipis 0,5%, setelah tiga bulan pertama tahun ini mencatatkan penguatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sepanjang April, indeks DJIA dan S&P berhasil menguat masing-masing 0,5% dan 0,3% menandai penguatan untuk tiga bulan berturut-turut. Penguatan pasar saham global April lalu terutama ditopang rally harga komoditas energi dan tambang logam lainnya. Harga minyak mentah sepanjang April lalu menguat hingga 20,68% di US$ 45,99/barel.
Pada perdagangan awal pekan sekaligus menandai awal Mei yang dimulai dengan fraksi harga baru, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang rebound terbatas. Sentimen positif akan digerakkan dengan data pertumbuhan ekonomi 1Q16 yang diperkirakan bisa tumbuh di atas 5% setelah kuartal sebelumnya tumbuh 4,74% (yoy) dan angka inflasi April yang diperkirakan mencatatkan deflasi.
Sedangkan dari kawasan data aktivitas manufaktur China April lalu yang melambat dengan angka indeks 50,1 di bawah estimasi sebelumnya 50,3 akan membatasi pergerakan sejumlah saham terutama yang berbasiskan komoditas. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.810 dan resisten di 4.870.
S1 4810 S2 4780 R1 4870 R2 4910
Saham Pilihan
- ASII 6600-6900 Buy, SL 6400
- BBCA 12900-13200 Buy, SL 12700
- ICBP 15000-15800 Buy, SL 14400
- INDF 7050-7400 Buy, SL 6700
- GJTL 760-860 Buy, SL 650
- UNTR 14900-15700 Buy, SL 14500
- MNCN 2270-2450 Buy, SL 2200











































