First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound Terbatas

First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound Terbatas

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 02 Mei 2016 08:52 WIB
Jakarta - Tekanan jual kembali mendominasi perdagangan akhir pekan lalu. Sentimen pasar terutama dipicu kekecewaan atas rilis laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral yang kurang menggembirakan terutama di sektor perbankan akibat kenaikan NPL. Namun, setelah sempat koreksi 17 poin di akhir sesi pertama, IHSG berhasil mengurangi koreksinya dan tutup di 4.838,583 atau koreksi 9,807 poin (0,2%).

Selain sentimen kinerja 1Q16, pergerakan IHSG akhir pekan lalu turut terimbas sentimen negatif pasar saham kawasan dan global setelah bank sentral Jepang (BoJ) tidak menambah alokasi stimulusnya dan data pertumbuhan ekonomi AS 1Q16 melambat hanya tumbuh 0,5% (qoq) jauh di bawah pertumbuhan kuartal sebelumnya 1,4% (qoq).

Selama sepekan terakhir IHSG bergerak bearish koreksi 1,55% terutama akibat rilis laba 1Q16 sejumlah emiten sektoral di bawah perkiraan sebelumnya. Sepanjang April lalu IHSG koreksi tipis 0,5%, setelah tiga bulan pertama tahun ini mencatatkan penguatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara perkembangan pasar saham global akhir pekan lalu masih ditandai dengan aksi jual. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,32% dan 0,51% tutup di 17.773,64 dan 2.065,34. Sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1,3%. Tekanan jual terutama akibat sentimen pencapaian laba 1Q16 sejumlah perusahaan dan data ekonomi AS yang kurang menggembirakan.

Namun sepanjang April, indeks DJIA dan S&P berhasil menguat masing-masing 0,5% dan 0,3% menandai penguatan untuk tiga bulan berturut-turut. Penguatan pasar saham global April lalu terutama ditopang rally harga komoditas energi dan tambang logam lainnya. Harga minyak mentah sepanjang April lalu menguat hingga 20,68% di US$ 45,99/barel.

Pada perdagangan awal pekan sekaligus menandai awal Mei yang dimulai dengan fraksi harga baru, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi berpeluang rebound terbatas. Sentimen positif akan digerakkan dengan data pertumbuhan ekonomi 1Q16 yang diperkirakan bisa tumbuh di atas 5% setelah kuartal sebelumnya tumbuh 4,74% (yoy) dan angka inflasi April yang diperkirakan mencatatkan deflasi.

Sedangkan dari kawasan data aktivitas manufaktur China April lalu yang melambat dengan angka indeks 50,1 di bawah estimasi sebelumnya 50,3 akan membatasi pergerakan sejumlah saham terutama yang berbasiskan komoditas. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.810 dan resisten di 4.870.                                           

S1 4810  S2 4780  R1 4870  R2 4910  

Saham Pilihan
  • ASII 6600-6900 Buy, SL 6400
  • BBCA 12900-13200 Buy, SL 12700
  • ICBP 15000-15800 Buy, SL 14400
  • INDF 7050-7400 Buy, SL 6700
  • GJTL  760-860 Buy, SL 650
  • UNTR 14900-15700 Buy, SL 14500
  • MNCN 2270-2450 Buy, SL 2200
(wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads