Harga CPO untuk pengiriman bulan September 2016, melemah 28 poin (-1.17%) ke level 2,372 ringgit per ton. Harga CPO beberapa hari ini tertekan dikarenakan penguatan nilai tukar ringgit, tertundanya program B10 malaysia dan lemahnya permintaan CPO. Namun sentimen positif datang dari turunnya pajak progresif Perancis dimana pajak sawit turun dari 300 euro menjadi 30 euro mulai tahun 2017.
Selain itu sentimen positif juga datang dari cuaca yang kurang baik, sehingga mengganggu peningkatan jumlah produksi. Adapun faktor lain penggerak harga CPO datang data ekonomi Amerika, jika nilai tukar dollar menguat maka akan menekan nilai tukar ringgit dan bisa memperkuat harga CPO.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen positif datang dari DPR yang menjamin bahwa RUU Tax Amnesty akan selesai sebelum 28 Juni 2016.
Sektor properti dan batubara saat ini masih berpotensi untuk menguat.
Beberapa saham yang masih layak dilirik dari sektor properti dan batubara antara lain :
ASRI dari #kopipagi dan update saham di ebook tgl 8 Juni kemarin menguat lebih dari 16% breakout dari level 420, target di level 500-505 untuk jangka pendek.
PTBA dari #kopipagi tanggal 8 Juni dan ebook tanggal 6 Juni breakout dari level 8000, untuk jangka pendek target 9000, jangka menengah target 11350.
PWON capai target 620, trend naik masih ok. Jika ada koreksi harga ke 570 manfaatkan untuk buy on weakness.
Penguatan sektor properti pada perdagangan kemarin didorong reaksi pasar setelah BI mengumumkan adanya pelonggaran kebijakan makroprudensial yang berlaku mulai bulan Agustus 2016. Terutama mengenai pelonggaran kebijakan Loan to Value (LTV) yang berarti DP untuk kredit kepemilikan rumah diturunkan menjadi 15%. BI memperkirakan pertumbuhan kredit menjadi 12-14% di tahun ini.
Salam profit. (ang/ang)











































