Saham Properti Rawan Terkena Aksi Ambil Untung

Saham Properti Rawan Terkena Aksi Ambil Untung

Ellen May - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2016 08:48 WIB
Saham Properti Rawan Terkena Aksi Ambil Untung
Foto: Istimewa
Jakarta - Beberapa bulan ini, IHSG bergerak sideways. Dari awal tahun 2016 di level 4580, hingga pada perdagangan kemarin di level 4896, IHSG hanya bertumbuh sekitar 6.8 % saja.

Bursa Amerika ditutup melemah 48.90 poin (-0.27%) ke level 17,780.83. Walaupun Gubernur Bank Sentral Amerika, Janet Yellen, berbicara soal optimismenya akan kenaikan pembukaan lapangan kerja baru, yang semestinya merupakan sentimen positif, namun perhatian para investor tertuju pada detik-detik pemungutan suara apakah Inggris akan tetap atau pergi dari persatuan Uni Eropa.

Dari sisi komoditas minyak, Energy Information Administration (EIA) merilis data persediaan minyak mentah di Amerika setiap minggunya. Jika persediaan minyak mentah berkurang dibawah ekspektasi, menandakan lemahnya permintaan dan menjadi sentimen negatif terhadap harga minyak. Dan hal ini juga berlaku jika persediaan minyak mentah berkurang diatas ekspektasi, menandakan menguatnya permintaan dan merupakan sentimen positif bagi harga minyak mentah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemarin EIA baru saja merilis bahwa persediaan minyak mentah Amerika berkurang dibawah prediksi dan menjadi sentimen negatif terhadap harga minyak mentah. Harga minyak mentah Brent berada di US$ 49.88 per barel atau melemah 0.74 poin (-1.46%). Sedangkan minyak mentah WTI ditutup di US$ 49.16 per barel atau menguat 0.31 poin (0.63%).

Dari dalam negeri, Pemerintah sedang menyusun konsep deregulasi sektor properti. Menurut persatuan Real Estat Indonesia (REI), konsep yang sedang Pemerintah disusun pemerintah mengenai penyederhanaan regulasi untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah). Berita ini merupakan sentimen positif bagi sektor properti, dimana pemerintah berusaha untuk menggenjot kembali sektor properti setelah kemarin pelonggaran kebijakan LTV oleh BI.

IHSG ditutup pada perdagangan kemarin menguat 18.14 poin (+0.37%) ke level 4,896.85. Penguatan IHSG dipimpin dari penguatan sektor aneka industri (+2.81%) dan sektor perdagangan (+1.23%). IHSG hari ini berpotensi untuk bergerak dalam range 4850-4920.

Sektor property hari ini rawan profit taking jangka pendek meskipun untuk jangka menengah masih berpotensi menguat.

Beberapa saham yang masih berpotensi menguat antara lain :

MPPA breakout di 1350, buy on breakout, target 1600. Batasi risiko jika harga bergerak di bawah 1350.SHIP sudah menguat sangat signifikan selama beberapa hari ini, jangan dikejar, dan sangat rawan profit taking.SMBR kembali uji resisten 635-640, jika breakout, polanya cuantik sekali, dengan target 800-810.

Pastinya #kopipagi 21 Juni 2016 bermanfaat untuk Anda. Salam profit. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads