Sentimen Positif Industri Alat Berat

Sentimen Positif Industri Alat Berat

Ellen May - detikFinance
Rabu, 12 Okt 2016 10:10 WIB
Sentimen Positif Industri Alat Berat
Foto: Istimewa (Penulis Artikel; Ellen May)
Jakarta - Selamat pagi,

Kemarin, saham Samsung anjlok 8% di Seoul dan menjadi koreksi terbesar dalam 8 tahun setelah meningkatnya laporan kebakaran smartphone Galaxy Note 7 di seluruh dunia. Samsung mengumumkan untuk mengakhiri produksi dan penjualan Galaxy Note 7 kemarin, dan hal itu membuat harga saham Apple menanjak.

Bagaimana dengan hari ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini, Bursa Amerika bergerak merosot pada perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones ditutup di level 18.128,66 atau melemah 200,38 poin (-1,09%).

Pasar saham melemah seiring dengan kecemasan pelaku pasar mengenai pemilihan presiden AS bulan depan. Aksi perang mulut antara kandidat presiden Donald Trump dengan Juru Bicara Gedung Putih Paul Ryan memicu kekhawatiran akan lebih banyak kursi Republik yang hilang di Kongres. Dan ada kemungkinan Kongres akan disapu bersih oleh Demokrat.

Hal ini berdampak pada saham-saham kesehatan dan bioteknologi yang sudah melemah, menjadi semakin tergerus.

Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 0,39% di level 5.381,99.

Hari ini, IHSG berpotensi untuk menguji level support 5.350. Jika breakdown dari 5.350 dan 5.300, IHSG berpotensi untuk kembali turun uji 5.150. Waspadai October Effect. Apa itu October Effect? Bagaimana dengan tahun ini? Saya akan buat artikelnya dan upload ke website untuk Anda.

Industri Alat Berat

Harga batu bara yang mengalami penguatan memberi harapan ke bisnis alat berat. Sejumlah distributor yang menjajakan alat berat kini melirik potensi kenaikan penjualan meski tak terlampau kencang.

Efek kenaikan harga batu bara ke bisnis alat berat tak bisa seketika. Saat harga batu bara naik, biasanya tahap pertama pengusaha alat berat atau perusahaan tambang kembali mengaktifkan alat berat yang selama ini menganggur.

Hal ini bisa menjadi sentimen positif untuk perusahaan distribusi alat berat, HEXA, KOBX. Permintaan alat berat juga mempengaruhi pendapatan perusahaan UNTR. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads