Indeks utama Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan semalam. Penguatan tertinggi dipimpin oleh saham-saham di sektor energi
dan yang terkait komoditas. Indeks energi SPNY melonjak 2,2% seiring naiknya harga minyak WTI sebesar 3,9% dengan harapan pelaku pasar bahwa OPEC akan menyetujui output memangkas produksi minyak pada minggu depan. Indeks Dow Jones naik 0,47% ke level 18.956,69, S&P 500 menguat 0,75% ke level 2.198,18 dan Nasdaq terangkat 0,89% ke level 5.368,86.
Indeks saham di bursa Eropa naik pada perdagangan Senin (21/11) seiring dengan naiknya harga komoditas. Pelaku pasar memilih saham cyclical
di tengah penjualan saham defensif pasca terpilihnya Trump sebagai presiden AS yang diperkirakan akan menghidupkan kembali inflasi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham yang termasuk dalam sektor cyclical seperti sumber daya dasar, autos dan energi, ketiga sektor ini berada di antara top gainers, naik 0,9-2,2%. Saham minyak didukung oleh lonjakan harga Brent setelah tampaknya bahwa produsen minyak utama bergerak lebih dekat ke arah kesepakatan untuk membatasi output.
IHSG
Kami perkirakan hari ini IHSG masih akan bergerak tertekan. Secara teknikal,indikator stochastic oscillator sudah membentuk goldencross, histogram MACD positif dan RSI lemah. Kami perkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.120-5.205. (drk/drk)











































