IHSG Diprediksi Cenderung Menguat

IHSG Diprediksi Cenderung Menguat

Waterfront Securities Indonesia - detikFinance
Rabu, 23 Nov 2016 08:59 WIB
IHSG Diprediksi Cenderung Menguat
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa 22 November 2016 ditutup menguat 1,09% pada level 5204. Sektor pertambangan menyumbangkan kenaikan terbesar. Sedangkan sektor aneka industri menjadi satu-satunya sektor yang melemah.

Investor asing net sell Rp 733,7 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat dan kembali mencapai rekor. Indeks kembali melanjutkan reli karena ekspektasi pada pemerintahan Trump akan mendorong kenaikan belanja infrastruktur, menurunkan tarif pajak serta melakukan deregulasi sehingga membuat ekonomi AS tumbuh lebih cepat dan menguntungkan beberapa sektor seperti perbankan, industrial dan kesehatan.

Namun valuasi indeks S&P500 saat ini sudah relatif mahal, dimana diperdagangkan pada PE 17,3x di atas rata-rata PE selama 10 tahun yang sebesar 14,7x.Sementara itu data existing home sales bulan Oktober naik pada level 5,6 juta dari bulan sebelumnya 5,49 juta, serta lebih baik dari estimasi 5,4 juta. Harga komoditas logam berlanjut menguat karena ekspektasi meningkatnya permintaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak mentah tertahan di level USD48/barel karena komite OPEC gagal mencapai kesepakatan mengenai output produksi Iran dan Irak.

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi mengalami mixed. IHSG bergerak pada kisaran level 5188 - 5268. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads