Penguatan tertinggi dipimpin oleh sektor pertambangan dan konsumsi yang masing-masing naik sebesar 3.25% dan 2.18%. Sementara sektor yang melemah pada perdagangan kemarin yaitu aneka industri yang turun 1.54%.
Penguatan yang terjadi pada perdagangan kemarin, lebih didominasi oleh aksi beli pelaku pasar domestik, sementara pelaku pasar asing masih terus mencatatkan net sell. Tercatat net sell asing senilai Rp 733,75 miliar. Adapun nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.28% ke level 13,443
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones naik 0,35% ke level 19,023.87. The S & P 500 menguat 0.22% ke level 2,202.94 dan Nasdaq terangkat 0.33% ke level 5,386.35. Adapun rilisnya data ekonomi AS semalam juga ikut menjadi katalis positif pada perdagangan semalam, dimana penjualan rumah AS kembali mengalami kenaikan pada bulan Oktober ke level tertinggi dalam 9,5 tahun, yang didukung oleh membaiknya pasar tenaga kerja AS.
Selain itu harga minyak juga naik 0.44% ke level 48.03 per barel. Tidak jauh berbeda dengan bursa AS, dimana indeks bursa Eropa juga ditutup dalam zona hijau. Logam dan saham pertambangan mengalami kenaikan sebesar 3% pada perdagangan semalam. Indeks sumber daya dasar Eropa telah mengalami kenaikan dua kali lipat sejak awal Januari tahun ini.
Selain itu, rilisnya data indeks kepercayaan konsumen Eropa bulan November yang mengalami penurunan sebesar -6.1 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya di level -8 juga ikut menjadi katalis penggerak indeks saham di Eropa. Indeks FTSE 100 naik 0.62% ke level 6,819.72, CAC 40 menguat 0.41% ke level 4,548.35 dan DAX terangkat 0.27% ke level 10,713.85
Kami perkirakan hari ini IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya dengan support dan resistence di 5161-5225.
Buying power sudah mulai terlihat. Secara teknikal, beberapa indikator utama seperti RSI bergerak menguat, MACD Histogram sudah terlihat membaik. selain itu, Stochastic Oscillator juga membentuk goldencross di area netral. (dna/dna)











































