Pelamahan terdalam dipimpin oleh sektor properti dan aneka industri yang masing-masing turun sebesar 1.22% dan 0.91%. Koreksi yang terjadi pada perdagangan kemarin masih dibayangi oleh keputusan atas rapat The Fed.
Adapun pelaku pasar asing mencatatkan net sell senilai Rp 303.58 miliar. Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah masih cukup stabil di levell 13,294 atau terapresiasi sebesar 0.23%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks utama d bursa AS ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan semalam (14/12) pasca Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis point ke level 0.75% dari sebelumnya 0.5%.
Dalam pidato tersebut, Janet Yellen, Gubernur The Fed, mengisyaraktkan bahwa tahun depan kenaikan suku bunga bisa lebih cepat dan di luar ekspektasi pelaku pasar.
Selain itu kejatuhan harga saham energi seiring dengan penurunan tajam harga minyak mentah AS yang turun hampir 4% dipicu oleh kekhawatiran atas meningkatnya persediaan minyak mentah AS dalam penyimpanan juga ikut memberatkan indeks di bursa AS.
Indeks Dow Jones turun 0.6% ke level 19,792.53, S & P 500 melemah 0,81% ke 2,253.28 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,5% ke 5,436.67.
Adapun data ekonomi AS yang semalam rilis di antaranya: produksi industri AS bulan November turun sebesar 0.4% (mom) dari bulan sebelumnya tumbuh 0.1%(mom), selain itu produksi manfaktur AS bulan November tumbuh 0.1% (mom) meningkat dari bulan sebelumnya yang mengalami penurunan 0.1% (mom).
Kami perkirakan hari ini pergerakan IHSG masih akan mixed dengan kecenderungan menguat dan diperdagangkan di kisaran 5221-5305. Secara teknikal, indikator stochastic oscillator membentuk deadcross dengan RSI lemah dan histogram MACD negatif. (ang/ang)











































