Sementara itu, mayoritas indeks di Asia juga ditutup menguat. Selain Indonesia, penguatan tertinggi dipimpin oleh indeks TWSE dari Taiwan yang ditutup naik 1.01% ke level 9,201.40. Adapun indeks Nikkei terkoreksi tipis 0.01% ke level 19,401.72. Penurunan tersebut inline dengan rilisnya data itu penjualan ritel Jepang bulan November yang tercatat hanya tumbuh 0.2% (mom) atau lebih rendah dari bulan sebelumnya 2.5% (mom). Berbeda halnya dengan produksi Industri Jepang bulan November yang naik menjadi 4.6% (yoy) dari sebelumnya -1.4% (yoy).
Indeks utama di bursa AS ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan semalam (28/12). Indeks Dow Jones terkoreksi 0.56% ke level 19,833.68, S&P 500 melemah 0.84% ke level 2,249.92 dan Nasdaq turun 0.89% ke level 5,438.56. Penurunan tersebut inline dengan Indeks Pending home sales AS bulan November yang turun sebesar 2.5% (mom) menjadi 107.3 atau lebih rendah dari ekspektasi analis yang dapat tumbuh 0.5% (mom). Penurunan tersebut merupakan level terendah sejak Januari 2016. Turunya pembelian kontrak kepemilikan perumahan terjadi seiring dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada tahun depan yang akan membebani pasar perumahan. Indeks sektor perumahan AS turun sebesar 1.2% atau terendah dalam tiga minggu terahir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































