Dilain sisi, banyaknya perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO mewarnai awal tahun 2017 ini. Harga minyak dunia kembali tertekan akibat limpahan produksi Amerika dan keputusan Trump yang dikritik seluruh dunia. Apa itu IPO? Apa dampaknya terhadap IHSG? Lalu, ada apa dengan minyak dunia? Sambil menemani Anda di pagi hari yang cerah ini, mari kita simak bersama ulasan selengkapnya, hanya di #Kopipagi 31 Januari 2017. Sementara itu, mari kita lihat review IHSG kemarin.
Pada perdagangan sore kemarin, IHSG ditutup melemah sebesar 0,19% ke level 5,302.66. Faktor utama pelemahan itu diakibatkan oleh aksi Trump yang memicu kritik dunia akibat menahan para Imigran memasuki Amerika. Sementara itu, Dow Jones mengalami pelemahan sebesar (-0,61%) kembali ke level di bawah 20.000 di 19,971.13. Namun meskipun begitu, EIDO mulai kembali terlihat menguat 0,08% ke level 24.45.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Initial Public Offering (IPO)
Sebelum tahun 2016 ini, pernahkah Anda melihat ataupun membeli saham WSBP? Yap, tepat sekali, tentu saja belum karena WSBP baru melakukan IPO pada tahun 2016 lalu. Jadi apa itu sebenarnya IPO? Jika belum melakukan IPO, apakah kita sudah bisa membeli saham perusahaan tersebut? Berikut penjelasannya.
Dalam bahasa Indonesia, IPO disebut sebagai Penawaran Saham Perdana. Dengan demikian IPO adalah saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat / publik. Karena itu perusahaan yang melakukan IPO sering disebut sedang "GO PUBLIC". Sesuai pengertian di atas, IPO ialah penawaran saham pertama kali kepada masyarakat, dengan kata lain, sebelum perusahaan tersebut melakukan IPO, kita tidak akan bisa melakukan aktivitas jual beli terhadap saham tersebut.
IPO Dan IHSG
Tujuan utama perusahaan melakukan IPO ialah mendapatkan dana segar dari para trader melalui pembelian sahamnya. Faktor yang biasanya menentukan kenaikan harga suatu saham secara umum ialah kenaikan IHSG. Jadi, tidak heran, dengan adanya trend kenaikan IHSG saat ini membuat semakin banyak perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan IPO terhadap perusahaannya. Pergerakan IHSG dan minat perusahaan-perusahaan yang melakukan IPO memiliki kecenderungan berjalan searah.
Semakin banyak perusahaan yang melakukan IPO, semakin banyak dana yang masuk ke dalam perdagangan bursa Indonesia. Banyaknya dana ini akan memberikan dorongan bagi IHSG untuk terus menguat, IHSG yang menguat juga akan memberikan dorongan terhadap para emiten untuk melakukan IPO. Jadi, bisa dibilang IPO dan IHSG merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan.
Minyak Dunia Tertekan
Sementara itu di sektor perminyakan, harga minyak mentah dunia memperpanjang pelemahannya pada perdagangan hari kedua, tertekan oleh tanda-tanda tumbuhnya produksi minyak di Amerika yang dapat menutupi upaya pemangkasan produksi oleh OPEC dan produsen lainnya. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Maret 2017 melemah 0,51% ke US$52,90 per barel pada pukul 14.26 WIB, setelah dibuka turun tipis 0,04% di posisi 53,15.
Pelemahan ini disebabkan oleh masih adanya Ketidakpastian seputar gambaran kebijakan Amerika yang juga membebani pasar finansial setelah Presiden Amerka Donald Trump memerintahkan pembatasan imigrasi yang memicu kritik baik di Amerika maupun seluruh dunia. Pembatasan imigrasi tersebut berisi mengenai larangan Trump bagi para pengungsi dan warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim untuk masuk ke Amerika. Selain itu, volume perdagangan minyak pun juga cenderung berkurang akibat dari berkurangnya aktivitas sejumlah negara Asia seperti China yang masih libur merayakan tahun baru Imlek.
Lalu, bagaimana dampaknya terhadap saham-saham di sektor pertambangan ? Saham-saham seperti ELSA, BIPI, dan ENRG kemungkinan akan menghadapi koreksi akibat dari melemahnya harga minyak dunia tersebut. Meskipun begitu, beberapa saham yang telah saya rekomendasikan melalui Call To Action seperti BIPI dan ENRG, telah menguat 60% hingga 120% pada hari ini, terlepas dari berbagai gejolak ekonomi global serta sentimen yang mempengaruhinya.
Setelah kemarin kita antisipasi akan bangkitnya saham batubara, maka ketika kemarin beberapa saham batu bara mulai menggeliat, kita sudah took action. Baru sehari menggeliat, saham-saham batubara itu masih rawan untuk kembali dalam masa konsolidasi.
Meski demikian, ini bisa jadi awal untuk perjalanan kedua saham batubara setelah tahun 2016 alami rally panjang. Jangan lupakan pula saham property, yang diperkirakan akan menjadi primadona di tahun ini. (ang/ang)











































