Follow detikFinance
Selasa 21 Mar 2017, 09:54 WIB

Saham Apa yang Terimbas Holding BUMN Konstruksi?

Ellen May - detikFinance
Saham Apa yang Terimbas Holding BUMN Konstruksi? Foto: Istimewa
Jakarta - Rencana pemerintah menggenjot pertumbuhan pembangunan dan infrastruktur di Indonesia, akhirnya sedikit demi sedikit mulai menunjukkan peningkatan, yang salah satunya disebabkan oleh Holding Company.

Apa itu Holding Company? Lalu apa saja keuntungan serta saham yang terkena dampak positif dari aksi tersebut? Simak langsung jawabannya, hanya di #Kopipagi hari ini.

Sementara itu, pada perdagangan di bursa kemarin, IHSG mengalami koreksi sehat setelah sempat menembus resistancennya. IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 5,533.99.

Pelemahan IHSG ini, terutama dipicu oleh pertemuan negara-negara G20 di Baden-Baden, Jerman, yang tidak berhasil mencapai kesepakatan dalam perdagangan bebas. Kemudian pergerakan minyak dunia yang masih sensitif akibat meningkatnya aktivitas pengeboran minyak juga turut menekan indeks.

Dow Jones pada pagi ini masih terus mengalami koreksi sebesar 0,04% di level 20,905.86, bertolak belakang dengan EIDO yang masih terus menguat 0,35% ke level 25,71.

Realisasi penjualan sejumlah emiten properti pada kuartal I/2017 ini bisa dibilang masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. Selama 2 bulan pertama tahun ini rata-rata emiten properti hanya membukukan marketing sales sekitar 10% dari target sepanjang 2017.

Lain properti, lain pula sektor konstruksi. Untuk semakin meningkatkan dan mempercepat proses kerja di sektor konstruksi, pemerintah berenacana melakukan Holding BUMN di sektor konstruksi.

Apa maksudnya holding itu? Holding Company merupakan salah satu cara bagi perusahaan agar dapat berkembang lebih cepat dan lebih besar dari sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan cara memilih induk perusahaan yang nantinya akan mengendalikan anak-anak perusahaan yang tergabung dalam holding company di sektor tersebut.

Berbeda dengan merger ataupun akuisisi yang akan menghilangkan perusahaan terkait. Di Holding Company, perusahaan akan tetap dapat mempertahankan eksistensi perusahaannya.

Hanya saja kinerja perusahaan tersebut akan lebih terkoordinir, karena bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang akan dikomandoi oleh induk dari Holding Company tersebut.

Holding Company BUMN Di Sektor Konstruksi

Seperti yang kita ketahui, BUMN merupakan suatu perusahaan milik pemerintah yang tujuan utamanya ialah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Meskipun memiliki banyak sekali proyek dan kerja sama, sebagian besar keuntungan dari BUMN konstruksi tersebut digunakan untuk membangun fasilitas serta menambah kenyamanan rakyat. Sehingga tidak heran, jika dari segi laba perusahaan swasta masih lebih unggul dibanding perusahaan BUMN.

Untuk itulah, pemerintah mulai membentuk Holding BUMN sejak 2015 lalu, yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2019 ini di hampir semua sektor.

Di sektor konstruksi, rencananya akan dibentuk Holding Konstruksi BUMN, dengan induk perusahaan yakni PT Hutama Karya (Persero) yang memiliki anak usaha PT HK Realtindo. Sementara itu, calon anggota holding yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk., yang memiliki anak usaha PT Waskita Realty. Selain itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., juga memiliki PT Wika Realty dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dengan anak usahanya PT Jasa Marga Properti.

Selain anggota holding di atas, pemerintah juga mempertimbangkan calon-calon anggota lainnya, seperti PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero). Lalu ada juga PT Adhi Karya (Persero) Tbk., dengan anak usahanya PT Adhi Persada Properti, serta PT PP (Persero) Tbk., yang memiliki anak usaha PT PP Properti Tbk.

Lalu, apa saja keuntungan Holding Company tersebut? Berikut 3 keuntungan Holding Company:

1. Mampu mengatasi masalah optimalisasi aset dan sumber daya yang ada, efisiensi serta efektifitas usaha yang lebih baik.

2. Dapat mempercepat proses kerja di sektor Holding Company, berkat adanya kesamaan tujuan dari 1 induk perusahaan.

3. Aktivitas operasional individual perusahaan tidak akan terganggu, karena Holding Company yang lebih bersifat kerja sama dan tidak menghilangkan entitas asli perusahaan anggota Holding Company tersebut.

Dengan adanya Holding Company di sektor konstruksi ini, diharapkan akan dapat mempercepat proses pembangunan konstruksi di wilayah NKRI yang sempat tertunda. Melalui sistem kerja sama yang terpusat melalui induk perusahaan dan pembagian kerja yang lebih efisien dibandingkan kerja BUMN secara individual.

Rencana pembentukan Holding Company ini tentunya akan memberikan efek positif terhadap saham-saham yang tergabung dalam Holding Company tersebut, seperti WSKT, WIKA, ADHI dan PTPP.

Salam profit,

Ellen May (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed