Sementara itu, sektor pertambangan dan properti ditutup turun 0,81% dan 0,41%. Pelaku pasar asing tercatat membukukan aksi beli bersih senilai Rp 316,37 miliar. Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks pada perdagangan kemarin yaitu : TPIA, BBCA, UNVR, BMRI dan HMSP. Adapun dari pasar spot, nilai tukar rupiah terapresiasi tipis 0,08% ke level 13.320.
Akhir perdagangan semalam (05/04), indeks utama bursa Wall Street ditutup lebih rendah dibanding perdagangan sebelumnya pasca The Fed memberikan sinyal untuk mengubah kebijakan investasi obligasi tahun ini, yang dipicu oleh rilisnya laporan pekerjaan sektor swasta yang kuat. Mayoritas pembuat kebijakan The Fed berpikir bahwa Bank Sentral AS harus mengambil langkah pemangkasan sebesar US$ 4,5 triliun pada neraca tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun data ekonomi AS yang semalam rilis yaitu, indeks non manufacturing AS bulan Maret yang disurvei oleh ISM turun ke level 55,2 dari sebelumnya 57,6 pada bulan Februari.
Laju pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin nampaknya sudah mulai terbatas dengan aksi profit taking sebagian investor. Kami perkirakan hari ini IHSG masih berpotensi menembus rekor baru, namun dalam range terbatas dan kecenderungan pergerakan saham melemah.
Secara teknikal, terbentuknya hanging man candle mengindikasikan potensi pembalikan arah, selain itu stochastic oscillator juga sudah berada di area overbought (94%). Sementara RSI masih terlihat kuat. Kami perkirakan hari ini IHSG akan bergerak dikisaran 5.642-5.689. (wdl/wdl)











































