Follow detikFinance
Selasa 04 Jul 2017, 09:05 WIB

IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Selanjutnya Bagaimana?

Ellen May - detikFinance
IHSG Cetak Rekor Tertinggi, Selanjutnya Bagaimana? Foto: Istimewa
Jakarta - Hari pertama perdagangan usai libur kemarin, IHSG masih bergerak menguat meskipun ditekan oleh berbagai sentimen negatif dari global. IHSG ditutup menguat sebesar 1,38% di level 5,910.24. Sementara itu, Dow Jones dan EIDO juga masih bergerak positif, dengan penguatan sebesar 0,61% ke level 21,479.27 dan EIDO sebesar 0,70% ke level 27,40.

Pada awal perdagangan pekan ini, IHSG terlihat masih berpotensi untuk terus menguat dalam jangka pendek hingga menengah saat ini.

Terdapat beberapa hal menarik yang mempengaruhi pergerakan IHSG dan perlu Anda perhatikan, antara lain:

1. Moody's Memberi Peringkat Investasi Untuk Medium Term Notes (MTN) Indonesia
Beberapa waktu kemarin, Moody's kembali menaikkan level investasi di Indonesia untuk surat utang valas jangka menengah (MTN).

Lembaga pemeringkat global, Moody's Investor Service memberikan peringkat Baa3 (Investment Grade) untuk MTN Indonesia, yang rencananya akan diterbitkan dalam denominasi Euro (Euro Bond).

Kenaikan peringkat tersebut, lantaran tingkat utang Indonesia yang saat ini relatif rendah, yang didukung oleh sehatnya perkembangan ekonomi di Indonesia.

Kondisi ekonomi Indonesia yang sedang membaik saat ini, juga dimanfaatkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melakukan defisit fiskal dengan target hingga 2,6% yang rencananya akan diajukan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017.

Rencana tersebut diharapkan akan menjaga stabilitas makroekonomi dan juga kebijakan moneter.

2. Inflasi Juni 2017 Sebesar 0,69%
Kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Juni 2017 sebesar 0,69%.

Angka ini di atas ekspektasi sebagian besar ekonom sebesar 0,55%-0,6%. Angka itu juga lebih tinggi dibanding inflasi Juni tahun lalu yang tercatat sebesar 0,66%.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun kalender Januari-Juni 2017 mencapai 2,38% dan inflasi tahunan Juni 2017 mencapai 4,37% year on year (YoY).

Jika dibandingkan dengan inflasi tahun-tahun sebelumnya, Inflasi pada bulan puasa 2017 cenderung lebih rendah, hanya di kisaran 1,18%.

Hal ini tentunya jauh lebih baik daripada inflasi tahun 2016 dan 2015 lalu yang mencapai angka 1,35% dan 1,47%.

Terkendalinya laju inflasi ini menunjukkan kondisi ekonomi yang membaik serta keberhasilan peran pemerintah yang berhasil menjaga stabilitas harga pangan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sentimen-sentimen tersebut tidak hanya berhasil mendorong laju IHSG, akan tetapi juga saham-saham blue chip yang kembali bergerak kemarin seperti TLKM dan UNTR.

Pergerakan IHSG saat ini masih berpotensi terus menguat hingga ke level 6000 dalam jangka pendek ini. Hal ini juga membuat saham-saham blue chip di Indonesia masih cukup menarik baik untuk trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Apalagi mengingat sentimen-sentimen positif dari luar maupun dalam negeri sejak Januari lalu, seperti Tax Amnesty, dana World Bank, upgrade S&P dll yang terus memberikan dorongan bagi IHSG untuk bergerak menguat. Hal ini menjadi sentimen positif penguatan sektor perbankan dan saham-saham bluechip ke depannya.

Salam profit,
Ellen May (ang/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed