Pelaku pasar mengantisipasi rilisnya data neraca perdagangan bulan Oktober pada pekan ini, dimana neraca Perdagangan diperkirakan suplus sebesar US$ 1,1 miliar atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang surplus US$ 1,76 miliar.
Adapun data yang rilis kemarin yaitu penjualan mobil bulan Oktober yang dilaporkan tumbuh sebesar 2,5% (YoY) dari sebelumnya turun 5,3% (YoY). Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih sebesar Rp 721,85 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, indeks utama AS ditutup dalam teritori negatif pada
perdagangan semalam (14/11). Dow Jones turun 0,13% ke level 23.409,47, S&P tertekan 0.23% ke level 2.578,87, dan Nasdaq melemah 0,29% ke level 6.737,87.
Sektor energi memimpin penurunan diantara sebelas sektor S&P lainnya tertekan penurunan harga minyak mentah. Badan Energi Internasional AS memperkirakan bahwa produksi minyak mentah berpotensi meningkat di tengah rendahnya permintaan Global.
Selain itu, penurunan tersebut tidak terlepas dari terkoreksinya saham blue chip General Electric sebesar 5,9% pasca pemangkasan deviden yang membuat investor kecewa turut menjadi pemberat indeks.
Berikut beberapa data ekonomi AS yang rilis diantaranya: Producer Prices Index bulan Oktober yang tumbuh 0,4% (MoM) atau 2,8% (YoY), diatas perkiraan yang sebesar 0,2% (MoM) atau 2,4% (YoY).
JCI Prediction
IHSG ditutup turun dan break down support trendline dengan volume turun. Stochastic, RSI bergerak bearish dan MACD histogram negatif sedangkan line dead cross.
IHSG berpeluang menuju support harmonic fibonacci rasio 61,8%. IHSG hari ini kami perkirakan masih akan bergerak melemah di kisaran 5.969 - 6.011. (mkj/mkj)











































