Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Mar 2018 12:03 WIB

Cara Investor Dunia Masuk ke Bisnis Beras Indonesia

Ellen May - detikFinance
Pengamat Pasar Saham Ellen May. Foto: Dok. Pribadi Pengamat Pasar Saham Ellen May. Foto: Dok. Pribadi
Jakarta - Sepanjang Februari lalu, Tiga Pilar Corpora telah melepas 155,33 juta saham AISA. Namun ternyata, setelah pelepasan saham tersebut, muncul beberapa investor yang kini menjadi pemegang saham AISA.

Siapakah mereka? Bagaimana pengaruhnya? Simak ulasannya berikut ini.

Kasus pengoplosan beras yang dilakukan oleh PT Indo Beras Unggul (IBU) yang merupakan anak usaha AISA memberikan hantaman keras terhadap harga saham AISA.

Semenjak tersandung kasus tersebut, harga saham AISA telah turun dari level 2000 ke level 500-an atau sekitar -150%. Sebuah angka yang sangat signifikan.

Namun, beberapa investor, terutama investor asing menilai bahwa harga saham AISA saat ini masih murah jika dibandingkan dengan kinerja perusahaan sekarang. Artinya, saat ini saham AISA dinilai undervalue.

Beberapa investor yang telah mengkoleksi AISA di harga bawah ini ialah:
1. JP Morgan and Chase Bank (JPMCB) Na Re-Trophy Investor I Ltd. sebesar 9,33% saham AISA.
2. KKR Asset Management LLC menguasi 9,09%
3. Fidelity Funds-Pacific sebesar 6,65%.
4. Morgan Stanley tercatat memiliki 5,52% saham AISA.
5. Primanex Limited yang masih mengempit 5,38% saham AISA

Selain para investor tersebut, pada pekan kemarin AISA kembali kedatangan investor baru yakni Ajengan Asia Pte. Ltd. Yang langsung memborong 5,02% saham AISA.

Tidak hanya itu, duo grup konglomerasi besar asal Indonesia, yaitu Grup Salim dan Sinarmas dikabarkan juga akan segera mengambil alih bisnis beras milik Aisa. Pengumuman mengenai pengambilalihan tersebut dikabarkan akan dimulai pada Maret bulan ini.

Lalu, sebenarnya apa yang membuat para investor besar tersebut sangat tertarik terhadap AISA? Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan para investor asing tersebut sebelum memborong saham AISA, di antaranya:
1. Harga saham AISA sudah Undervalue
2. Divisi beras AISA hanya berkontribusi Rp 10 miliar atau 5,76% dari total laba bersih.

Lalu, seperti apakah prospek saham AISA saat ini? Simak tabel dibawah ini.
Cara Investor Dunia Masuk ke Bisnis Beras Indonesia

Jika Anda perhatikan, laba AISA di tahun 2017 menurun cukup signifikan. Penurunan ini dikarenakan turunnya laba akibat kasus pengoplosan beras yang dilakukan oleh PT Indo Beras Unggul (IBU) yang merupakan anak usaha AISA. Meski demikian, AISA saat ini sedang berusaha untuk melakukan divestasi bisnis beras tersebut dan mencoba bisnis baru.

Melihat konsistensi manajemen perusahaan dalam menghasilkan laba selama 5 tahun terakhir, valuasi yang cukup murah, dan banyaknya para investor asing yang masuk ke saham ini. Kami melihat bahwa saham AISA masih memiliki potensi dan masih boleh dilirik untuk investasi jangka panjang.

Lalu bagaimana saham AISA jika dilihat secara teknikal?

Cara Investor Dunia Masuk ke Bisnis Beras Indonesia

Secara teknikal, saat ini saham AISA masih dalam kondisi konsolidasi. Namun dalam jangka pendek, kami melihat saham AISA berpotensi untuk melaju. Jika berhasil melampaui level 700, saham AISA akan berpotensi menguji level target berikutnya di area 950-1000.

Sekarang AISA di harga 655, sudah boleh nyicil beli, add buy jika breakout / naik melampaui 700.
Lalu, bagaimana dengan kondisi IHSG saat ini setelah membentuk double tops? Apakah IHSG melanjutkan penurunannya? Anda bisa baca artikel selengkapnya di sini.


Salam profit!
Ellen May (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com