Follow detikFinance
Rabu, 15 Agu 2018 08:50 WIB

Kiwoom Securities: IHSG Diperkirakan Berada di 5.713-5.859

Kiwoom Securities - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi sebesar (-1,56%) menjadi 5.769. Delapan sektor industri mengalami penurunan, sektor yang mengalami penurunan terbesar pada sektor aneka industri sebesar (-3,27%) dan barang konsumsi (-2,83%), sementara sektor yang menguat hanya pada sektor industri agrikultur (+0,71%).

Sementara investor asing mencatatkan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp 781,8 miliar. Hari ini beberapa hal yang menjadi fokus perhatian pasar, dari dalam negeri menanti rilis data neraca perdagangan bulan Juli 2018.


Apabila hasilnya positif, tentu akan memberikan sedikit doping bagi pasar modal untuk bergerak menahan pelemahan. Tidak hanya rilis data neraca perdagangan, namun hari ini Bank Indonesia (BI) juga akan melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG).

Tentu hal ini menarik melihat bagaimana pandangan serta kesiapan Bank Indonesia menghadapi situasi dan kondisi saat ini. Sementara kemarin pemerintah menggelar rapat kabinet terbatas, yang membahas tindakan penyelamatan nilai tukar rupiah. Dari global, dimana penjualan ritel China periode yoy per Juli mengalami penurunan dari sebelumnya 9% menjadi 8,8%.


Selain itu, kejatuhan mata uang lira Turki dimana bank sentral Turki akan menyelamatkan krisis keuangan yang terjadi di negaranya. Bank sentral akan melakukan tindakan untuk menyediakan likuiditas dalam merespon krisis yang terjadi.

Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi terkoreksi dengan support dan resistance di level 5.713-5.859.


Saksikan juga video ' Pertama Kali Ditutup Presiden Jokowi, IHSG Cetak Rekor Tertinggi ':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed