Adapun saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya: BBRI, UNVR, UNTR, TLKM, HMSP. Penguatan pada indeks seiring dengan respon positif dari para pelaku pasar yang menilai kebijakan dari bank Indoensia dalam menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75% merupakan langkah yang tepat untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed yang naik menjadi 2,25% sehari sebelumnya.
Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (Netsell) sebesar Rp 73 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,08% ke level 14,923.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks utama AS berhasil menguat seiring kembalinya kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang dirasa telah mengalami peningkatan positif. Hal ini dibuktikan dengan rilisnya data pertumbuhan ekonomi AS kuartal 2 yang mencapai 4,2% QoQ, dimana pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 2,2% QoQ.
Adapun saham-saham yang menjadi penggerak diantaranya : Apple, Alphabet dan Facebook, serta beberapa perusahaan teknologi internet
lainnya.
IHSG ditutup menguat sebesar 0.95% ke level 5,929. IHSG ditutup candle bullish dengan indikator Stochastic berpeluang golden cross, MACD histogram bergerak positif dengan volume meningkat. Kami perkirakan IHSG kembali bergerak menguat dengan pergerakan di kisaran 5,895 - 6,017. (eds/eds)











































