Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Okt 2018 08:57 WIB

Kiwoom Securities: IHSG Diprediksi Melemah

Kiwoom Securities - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Di akhir pekan kemarin (5/10) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah (-0,43%) menjadi 5.731. Sementara investor asing mencatatkan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp 1,26 triliun. Pelemahan sektor industri di pimpin oleh sektor properti (-1,58%) dan aneka industri (-1,34%). Sementara sektor yang menguat pada sektor pertambangan (+0,40%) dan perdagangan (+0,39%).

Hari ini pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Bank Indonesia (BI) merilis cadangan devisa turun sekitar 2,6% dari sebelumnya US$ 117,90 miliar menjadi US$ 114,8 miliar. Penurunan cadangan devisa (cadev) juga masih dalam batas wajar, karena intervensi yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia sudah sangat optimal.


Cadangan devisa ini sama dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 impor dan pembayaran utang luar negeri. Memang, kalau kita melihat standar kecukupan Internasional yang hanya berada di 3 bulan impor, kita masih jauh lebih baik. Namun seiring dengan tekanan yang terus menerus, dan intervensi yang harus dikeluarkan, bukan tidak mungkin cadangan devisa akan terus berkurang, apalagi dengan adanya potensi kenaikan Fed Rate sebanyak empat kali pada tahun depan yang akan membuat jangka waktu tekanan akan bertambah lama.

Kombinasi antara kebijakan moneter, harus diikuti dengan bauran kebijakan fiskal sehingga akan jauh lebih efektif. Diharapkan juga jurus sakti DNDF dapat terjadi di akhir bulan ini, agar intervensi dapat dilakukan tanpa harus menggunakan cadangan devisa. Menurunnya cadangan devisa akan memberikan sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah, hal ini tentunya akan berdampak pada pegerakan perdagangan saham hari ini.

Fokus berikutnya adalah pertemuan IMF yang berlangsung pekan ini di Nusa Dua Bali. Akan hal inilah kami memprediksi IHSG masih mengalami pelemahan dengan support dan resistance di level 5.706-5.758. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed