Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 08:50 WIB

Artha Sekuritas: IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas

Artha Sekuritas - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - IHSG ditutup menguat di level 6,408.78 (+1.14%). Penguatan didorong oleh sektor Properti (+1.87%) dan sektor Basic Ind (+2.43%).

Penguatan didorong data penguatan nilai tukar rupiah. Selain itu data neraca perdagangan Indonesia yang baru dirilis menunjukkan ada defisit sebesar US$ 1.1 miliar namun ini lebih baik dibandingkan neraca perdagangan bulan Desember.

Bursa Amerika Serikat ditutup menguat. Dow Jones ditutup 24,065.59 (+0.66%), NASDAQ ditutup 7,023.83 (+1.71%), S&P 500 ditutup 2,640.30 (+1.07%).

Bursa US ditutup menguat kembali setelah UK menyelesaikan voting dimana rencana Brexit Perdana Menteri Theresa May ditolak. Hal ini memberikan sinyal negative kepada para investor bahwa ekonomi secara global dapat terkena dampak.

AS menjadi salah satu pilihan setelah investasi dari UK terlihat lebih tidak ada kepastian. Sedangkan dari perkembangan perang dagang US - China, hingga sekarang belum ada perkembangan yang cukup signifikan dari hasil rapat minggu lalu. Kemungkinan besar pasar global akan volatile untuk beberapa hari ke depan.

IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick IHSG membentuk long white body didorong volume yang cukup tinggi mengindikasikan akan melanjutkan trend penguatan jangka pendek. Namun penguatan diperkirakan cukup terbatas melihat pergerakan saat ini berada di area resistance upper Bollinger band. Pergerakan masih akan dipengaruhi penguatan rupiah dan January effect.

Resistance 2 : 6,458
Resistance 1 : 6,433
Support 1 : 6,358
Support 2 : 6,308 (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed