Virus Corona Masih Mengintai Pelemahan IHSG

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2020 08:37 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik melemah 0,07% atau 3,04 poin ke level 4.497,91 pada perdagangan Rabu (18/11/2015). Sementara HP Analytics mengemukakan indeks MSCI Asia Pacific dibuka menguat pagi tadi, didorong oleh penguatan pada saham di bursa Jepang. Mata uang yen melemah terhadap dolar menjelang pertemuan bank sentral Jepang (BOJ). Para investor juga menanti hasil minutes dari the Fed yang akan dirilis hari ini. IHSG hari  diperkirakan bergerak di kisaran 4.4534.545, Rabu (18/11/2015). Rachman Haryanto/detikcom.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 5,884.17 (-0.94%). Pelemahan didorong oleh Agriculture (-2.46%) dan Basic-IND (-2.03%).

IHSG ditutup melemah diakibatkan data perekonomian dari dalam negeri yakni inflasi tercatat mengalami pelemahan dan di bawah ekspektasi yakni di level 2.68%. dari global penyebaran virus corona masih cukup mengkhawatirkan.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,399.81 (+0.51%), NASDAQ ditutup 9,273.40 (+1.34%), S&P 500 ditutup 3,248.93 (+0.73%). Bursa saham US ditutup menguat setelah investor panik jual pada hari Jumat lalu.

Namun, ketakutan investor atas coronavirus masih ada. Hal ini disebabkan oleh outlook dari industri manufaktur dan supply management China akan terpukul dari virus tersebut. Sedangkan bursa saham Asia dibuka bercampur setelah index saham wallstreet mengalami penguatan. Reserve Bank of Australia akan menentukan suku bunga pada hari ini.

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk long black body, indikator MACD melebar dan menunjukkan distribusi, Stochastic melebar dan bergerak di level oversold mengindikasikan trend pelemahan masih akan berlanjut. Namun tren pelemahan diperkirakan akan mulai terbatas.

Resistance 2 : 5,967
Resistance 1 : 5,926
Support 1 : 5,860
Support 2 : 5,835



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)