IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas

Artha Sekuritas - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 08:46 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup menguat di level 4.914,39 (+0,18%) didorong oleh sektor pertambangan (+1,08%) dan keuangan (+1,03%). IHSG ditutup menguat mengikuti penguatan bursa secara global.

Meskipun begitu pergerakan masih cukup terbatas setelah rilis data inflasi Indonesia yang sedikit di bawah ekspektasi.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup bercampur. Dow Jones ditutup 25.573,97 (-0,30%), NASDAQ ditutup 10.154,63 (+0,95%), S&P 500 ditutup 3.115,88 (+0,50%).

Bursa saham AS ditutup bercampur, di mana index Dow Jones menurun. Bursa masih cukup volatile menjelang akhir pekan dimana bursa akan tutup untuk memperingati hari kemerdekaan US pada 4 Juli 2020.

Investor masih akan memantau jumlah penambahan penderita COVID-19 di seluruh dunia dan juga data pengangguran di AS.

Dari sisi bursa Asia, indeks dibuka menguat secara menyeluruh setelah adanya berita perkembangan vaksin COVID-19 dari Pfizer dan BioNTech yang bereaksi terhadap antibodi sehingga dapat menghambat reaksi virus terhadap tubuh manusia.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 4.866-4.952. Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam tren konsolidasi sehingga pergerakan akan cenderung terbatas namun ada potensi penguatan seiring menguatnya bursa global didorong oleh optimisme pemulihan ekonomi dan perkembangan akan vaksin COVID-19. Investor akan mencermati beberapa data perekonomian.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)