IHSG Berpotensi Masih Terus Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 08:50 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG ditutup di level 4,988.86 (+0.30%), menguat didorong oleh sektor Mining (+1.45%) dan Basic-Ind (+0.93%). IHSG ditutup menguat mengikuti pergerakan bursa regional asia meskipun pergerakan masih terbatas dibayangi kekhawatiran dari semakin banyaknya kasus covid-19.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 26,287.03 (+1.78%), NASDAQ ditutup 10,433.65 (+2.21%), S&P 500 ditutup 3,179.72 (+1.59%). Bursa saham US terus menguat meskipun jumlah kasus COVID-19 terus meningkat.

Kondisi pasar modal masih terus volatile, selain itu investor juga terus memantau data ekonomi untuk melihat apakah pembukaan kembali ekonomi di US cukup efektif. Dari bursa Asia, dibuka bercampur, dimana indeks saham Jepang melemah.

Reserve Bank of Australia akan mengumumkan keputusan suku bunga pada hari ini dengan ekspektasi tidak berubah. Harga komoditas ditopang oleh penguatan harga minyak dunia yang telah mencapai $43.14/barrel.

IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal IHSG masih bergerak dalam trend penguatan jangka pendek dan berpotensi menguji resistance di level 5,000. Pergerakan akan didorong oleh optimisme pemulihan ekonomi. Investor akan mencermati beberapa data perekonomian.

Resistance 2 : 5,026

Resistance 1 : 5,007

Support 1 : 4,971

Support 2 : 4,954



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)