Artha Sekuritas: IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas

Artha Securitas - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2020 08:48 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup di level 5,310.68 (+1.38%), penguatan didorong oleh sektor Mining (+2.60%) dan Misc-Ind (+2.10%). IHSG ditutup menguat didukung oleh data manufacturing yang cukup baik diatas ekspektasi. Data Inflasi mengalami pelemahan namun masih direspon baik oleh investor.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 28,645.66 (+0.76%), NASDAQ ditutup 11,939.67 (+1.39%), S&P 500 ditutup 3,526.65 (+0.75%). Bursa US ditutup menguat kembali setelah mengalami penurunan di hari perdagangan sebelumnya.

Investor terus bertaruh pada pemulihan ekonomi meskipun kasus covid-19 terus meningkat. Data manufaktur US, PMI dilaporkan pada 56, tertinggi pada 19 bulan terakhir dan menunjukan aktifitas manufaktur berkembang kembali. Bursa Asia dibuka menguat mengikuti penguatan di Wallstreet. Data ekonomi Australia, GDP menjadi sorotan investor karena 2Q20 merupakan kuartal yang berat bagi banyak negara and kemungkinan Australia masuk ke dalam resesi.

IHSG diprediksi Menguat

Resistance 2 : 5,371

Resistance 1 : 5,340

Support 1 : 5,249

Support 2 : 5,189

IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal candlestick membentuk formasi bullish harami mengindikasikan potensi penguatan. Namun pergerakan diperkirakan masih akan terbatas dikarenakan investor masih menanti beberapa data perekonomian terutama dari global diantaranya data pengangguran dan data nonfarm payroll.



Simak Video "BEI Hentikan Short Selling!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)